ORLANDO – Otoritas Amerika Serikat menyelidiki kemungkinan adanya tersangka lain yang membantu pelaku penembakan massal di sebuah klub malam kaum gay di Orlando pada hari AhadĀ (12/6/2016).
Penembakan itu menewaskan 49 orang di Orlando, dimana pelaku menyatakan sumpah setia kepada kelompok ISIS sebelum beraksi.
FBI dan badan lain sedang mencari tahu kepada saksi mata baik yang di dalam maupun di jalan-jalan di sekitar klub malam Pulse, di mana Omar Mateen yang kelahiran New York melakukan penembakan massal paling mematikan dalam sejarah AS, dan serangan terburuk di wilayah negara itu sejak 11 September 2011, seperti dilaporkan Reuters.
Dikutip dari Kantor Berita Antara, Mateen, 29 tahun, seorang putra imigran Afghanistan, ditembak hingga tewas oleh polisi yang menyerbu klub malam itu dengan kendaraan lapis baja pada AhadĀ pagi setelah pengepungan selama tiga jam.





