20 Kelurahan di Palangka Raya Terdampak Banjir

Ilustrasi Banjir melanda Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, salah satunya di Teluk Barak Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Minggu (13/11/2022). (Foto: ANTARA/Teofilusianto Timotius)

PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyebutkan sebanyak 20 kelurahan di daerah ini terdampak banjir luapan sungai besar yang melintasi wilayah setempat.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan sebanyak 20 kelurahan itu tersebar di empat kecamatan di Kota Palangka Raya.

Dia menyebutkan, sebanyak 20 kelurahan yang terdampak banjir itu terdiri atas lima kelurahan di Kecamatan Pahandut, tiga kelurahan di Kecamatan Jekan Raya, tujuh kelurahan di Kecamatan Sabangau, dan lima kelurahan di Kecamatan Bukit Batu.

“Dari 20 kelurahan itu ada 32.304 warga terdampak banjir. Mereka berasal dari 9.301 kepala keluarga. Selain itu, banjir luapan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan juga berdampak pada 5.358 rumah,” kata Budi.

Menurut dia, dampak yang ditimbulkan ada yang berkategori ringan sehingga masih dapat dihuni hingga rumah tak dapat dihuni karena terendam banjir.

“Dari seluruh korban banjir, tercatat 631 warga yang berasal dari 252 kepala keluarga masih berada di pengungsian. Sementara sisanya masih bertahan di rumah atau tinggal sementara di rumah kerabat,” kata Budi.

Saat ini Pemkot Palangka Raya didukung berbagai pihak terkait juga telah menyiapkan enam posko pengungsian yang berada di wilayah Kelurahan Pahandut, Kelurahan Langkai, Kelurahan Kalampangan, Kelurahan Petuk Katimpun, Kelurahan Palangka, dan Kelurahan Marang.

“Selain memenuhi kebutuhan para pengungsi, kami juga terus melakukan pemantauan, sosialisasi, dan edukasi kesiapan masyarakat dalam menghadapi banjir,” katanya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here