Bencana Kemanusiaan Jika Israel Serang Rafah

Malapetaka kemanusiaan bakal terjadi jika Israel nekat menyerang Rafah, karena tidak ada tempat berlindung untuk pengungsi Palestina yang ada di sana.

ISRAEL di tengah kecaman int’l bersikeras akan menyerang Rafah, kota di Gaza selatan wilayah Palestina yang berbatasan dengan Mesir dalam upaya menumpas habis kekuatan milisi Hamas.

“Kami akan tetap menyerang Rafah demi meraih kemenangan mutlak atas Hamas, “ seru PM Israel Benjamin Netanjahu Rabu (20/3) di Jerusalem waktu setempat.

Aksi bombardemen dan penyerbuan pasukan Israel ke wilayah Gaza terus berlangsung hingga hari ini selang sehari setelah kelompok Hamas menyerang wilayah selatan negara Yahudi itu, menewaskan sekitar 1.300 orang dan menyandera 240 orang pada 7 Okt. 2023.

Diperkirakan lebih 31.000 warga Palestina dan kelompok Hamas tewas, sekitar 70.000 orang lainnya terbanyak perempuan dan anak-anak terluka dan ratusan ribu warga Gaza utara mengungsi, sebagian ke Rafah.

Israel menganggap Rafah adalah benteng terakhir milisi Hamas berkekuatan sekitar empat batalion yang bersembunyi di lorong-lorong bawah tanah, termasuk sejumlah petingginya.

Tidak kurang dari AS yang merupakan pendukung utama Israel menyerukan agar negara Yahudi itu tidak menyerang Rafah mengingat kota itu dipadati oleh sekitar 1,4 juta pengungsi Palestina.

Presiden AS Joe Biden juga sudah meminta PM Netanyahu mengirimkan petingginya ke AS untuk merundingkan cara-cara Hamas tanpa serangan darat ke Rafah, namun dilaporkan, Netanyahu menolaknya karena menganggap kemenangan penuh dari Hamas tak bisa dicapai tanpa menyerbu Rafa.

Pemerintah Mesir sendiri mengancam Israel untuk mengurungkan niatnya karena jika itu dilakukan, negara itu akan memutuskan perjanjian damai antara kedua negara yang tercipta dalam persetujuan Camp David di AS antara Israel dan Mesir (1978).

Sejumlah pihak termasuk dokter spesialis perawatan kritis Zaher Sahlouf yang juga Ketua Lembaga Kemanusiaan non-pemerintah MedGobal mengingatkan, sekitar 250.000 nyawa bakal melayang jika pertempuran berlarut-larut mengingat tidak ada tempat berlindung bagi pengungsi.

Hal senada disampaikan oleh ahli bedah Nick Maynard yang pernah bertugas di Gaza elama 15 tahun dalam pernyataannya kepada PBB beberapa waktu lalu.

Menurut dia gencatan senjata mendesak dilakukan mengingat kapasitas RS di Gaza hanya 200 tempat tidur sehingga situasi kemanusiaan mengerikan akan terjadi jika Israel menyerbu Rafah.

PM Netanyahu bisa saja mengabaikan seruan int’l tentang  malapetaka kemanusiaan jika ia ngotot memerintahkan pasukannya menyerang Rafah,  namun diharapkan semoga ia masih meyisakan   nurani untuk mengurungkan niatnya. (AP/AFP/ns)

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here