AMERIKA – Presiden AS Barack Obama mengkritik keras pendapat Calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaitkan penembakan Orlando dengan Islam sehingga harus melarang muslim masuk Amerika.
Obama mengatakan, berbicara lebih keras tentang Islam terorisme dan larangan ketat pada imigrasi Muslim akan membuat Muslim Amerika merasa dikhianati oleh pemerintah mereka.
Obama mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan dengan dewan keamanan nasional Amerika Serikat, Selasa (14/6/016), bahwa penembakan Orlando yang menewaskan 49 orang tewas, atau serangan yang dilakukan kelompok-kelompok seperti ISIS, tidak mungkin dicegah dengan menggunakan label anti.
“Para pembunuh itu terganggu mentalnya, tidak stabil emosinya dan ia pemarah, dia memang muda dan menjadi radikal. Tapi kelakuannya itu tidak ada hubungan dengan Islam,” kata Obama.
Terus Obama menanyakan, apakah dengan melabeli serangan itu dengan Islam Radikal, akan mengubah ISIS untuk tidak berkomitmen lagi membunuh orang Amerika? Apakah itu juga akan membawa lebih banyak sekutu? “Jawabannya, Tidak,” tegas Obama.
“Memanggil ancaman dengan nama yang berbeda tidak akan mengubah keadaan. Ini adalah gangguan politik,” tambahnya.
“Intelijen AS dan staf militer tahu persi siapa yang musuh dan mereka bekerja berjam-jam untuk melindungi semua orang Amerika termasuk politisi yang sering ngetweet kebencian dan wajahnya muncul di acara berita TV kabel” sindir Obama kepada Trump, seperti dikutip KBK dari Al Jazeera.





