Pura-pura Mati, Orlando Selamat dari Pembantaian Massal Mateen

Situasi setelah terjadinya pembantaian massal di klub Pulse/ Reuters

FLORIDA – Orlando (52) menjadi salah satu pengunjung klub pulse yang selamat dari serangan tembakan Omar Mateen, Minggu (12/6/2016). Dia mengaku berpura-pura mati sehingga nyawanya terselamatkan.

Diberitakan New York Times, Orlando berusaha bersembunyi di kamar mandi hingga hampir tiga jam. Menurutnya, persembunyian bersama beberapa pengunjung lainnya di beberapa kamar mandi diketahui Mateen.

Mateen sempat masuk ke kamar mandi menembaki pintu kamar mandi, disertai teriakan pengunjung yang ketakutan. “Mereka berteriak, meminta agar nyawanya diampuni,” katanya.

Orlando berusaha berpura-pura mati dengan bajunya yang bersimbah darah, namun bukan darah miliknya, melainkan korban lain yang berada disampingnya. Ia pun lolos dari Mateen yang sempat memeriksa dan menengadahkan senapan ke arah tubuhnya untuk memastikan para korban sudah tewas atau belum.

Meskipun selamat, ia mengaku merasakan keram di sekujur tubuhnya ketika akhirnya polisi berhasil masuk setelah melubangi sebagian tembok di klub untuk menyelamatkan para korban. “Seorang polisi menarik saya keluar dari lubang itu,” ujar dia.

Akibat insiden ini 50 orang tewas, 53 terluka, dan sang pelaku, Omar Mateen akhirnya pun tewas di tangan polisi.

Advertisement