Sedekah Bikin Ketagihan

Ilustrasi sedekah. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Memberikan sedekah tidak terbatas pada uang, bisa juga dengan tenaga, pikiran, ilmu, bahkan senyuman kepada orang lain. Intinya, apapun yang kita berikan kepada orang lain, yang membuat mereka senang terutama yang membutuhkan, dapat dianggap sebagai sedekah.

Menariknya, berbagi atau bersedekah bisa membuat kita ketagihan. Banyak orang yang merasa terdorong untuk terus memberikan sumbangan atau sedekah. Apa rahasianya?

Bagi para pengusaha, mereka merasakan dampak langsung dari sedekah terhadap pendapatan usaha mereka. Semakin besar jumlah sedekah yang mereka berikan, semakin meningkat omzet bisnis mereka dapat.

Fenomena ini tidaklah aneh karena Allah telah menjanjikan ganjaran sedekah yang berlipat-lipat, bukan hanya di akhirat, tetapi juga di dunia:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 261)

Demikian juga bagi orang yang pernah merasakan keajaiban sedekah lainnya. Misalnya bagi yang mengalami sakit parah, ketika bersedekah, ia mengalami kesembuhan. Ia kemudian menjadi ketagihan untuk bersedekah.

Lantas, bagaimana jika sedekah tak memberikan balasan berkali lipat, tidak menyembuhkan, atau menolak bencana? Apakah kita akan tetap bersedekah?

Amat manusiawi melakukan sesuatu karena hal tersebut menguntungkan untuk kita. Tapi, yang lebih penting adalah meluruskan niat bahwa ibadah yang kita lakukan hanya untuk Allah.

Yakni karena Allah memerintahkan kebaikan tersebut, bukan karena kita menghendaki balasan di dunia. Sampai-sampai, kita ketagihan melakukan ibadah tersebut.

Bagi yang sudah ketagihan bersedekah, cobalah melakukan beberapa hal ini guna “meluruskan” niat dalam bersedekah:

1. Lakukan Sedekah secara Sembunyi

Sedekah yang dilakukan dengan memberitahukan khalayak ramai melalui status, testimoni, dan sebagainya memang bagus untuk menginspirasi. Akan tetapi, perlu juga diimbangi dengan sedekah sembunyi-sembunyi yang bahkan ‘tangan kiri’ kita sendiri tak mengetahui apa yang kita sedekahkan.

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan-jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Baqarah : 271)

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Ali bin Husain mengatakan: “Sesungguhnya sedekah yang diberikan pada malam yang gelap dapat memadamkan kemurkaan Allah.”

2. Introspeksi Niat Bersedekah

Dikhawatirkan jika kita terbiasa bersedekah karena ketagihan dengan ganjaran berlipat ganda yang Allah beri, lama-kelamaan niat kita bersedekah bukan untuk bisnis akhirat, tapi dunia.

Bukankah jika Allah sudah membayar tunai balasan di dunia, artinya kita tak lagi memperoleh sesuatu ganjaran kebaikan di akhirat kelak? Apalagi jika memang niat kita bersedekah hanya untuk mendapatkan kehidupan duniawi berupa harta, kesembuhan, jauh dari marabahaya, dan lain sebagainya.

Maka, ketika kita tak menerima ganjaran yang diharapkan, sangat mungkin ketagihan bersedekah yang kita rasakan akan memudar.

3. Ingat, Ada Ahli Sedekah yang Masuk Neraka

Hadis Rasulullah mengabarkan adanya seorang syuhada, ahli Qur’an, dan ahli sedekah yang tetap diseret ke neraka. Mengapa? Karena mereka melakukan amalan tersebut untuk mendapat pujian manusia dan keuntungan duniawi.

Dengan mengingat hal ini, semoga kita lebih hati-hati dalam menjaga niat saat bersedekah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here