Pemudik Mulai Bergerak, Jumat Sore

Para pemudik melalui jalan darat mulai bergerak keluar Jakarta, Jumat (5/4) sore dan diperkirakan jumlahnya meningkat terus sampai hari H-I.

SEKITAR 193,6 juta warga atau 71 persen dari 273 juta total penduduk Indonesia yang ingin berlebaran di kampung halaman, keluarga atau orang tua mereka terutama di P. Jawa mulai berangkat, Jumat sore (5/4).

Di ruas jalan tol Jakarta – Cikampek, Jumat siang pukul 14:00 sudah diberlakukan contra flow mulai dari KM 36 – KM 72, lalu dari KM 72 terus ke arah timur diberlakukan arus searah (one way traffic) sedangkan sistem ganjil-genap juga disiapkan untuk mengatasi lonjakan kendaraan.

Sementara di ruas tol MBZ antara Cimanggis – Cibitung disiapkan buka-tutup arus lalu lintas seperti diberlakukan pada arus mudik lebaran tahun lalu saat volume kendaraan meningkat pada hari H-4 Lebaran Idul Fitri.

Dari KM 72 Tol Cipali hingga KM 414 Tol Semarang – Batang pada 7 sampai 9 April juga direncanakan akan diberlakukan sistem buka tutup antara pukul 08.00 sampai 24.00.

Sebanyak 34.062 buah kendaraan melintas di ruas jalan bebas hambatan Cipali pada Kamis antara pukul 06:00 sampai pukul 14:00, sebagian besar menuju Jawa Tengah atau jumlahnya mendekati arus normal,  sekitar 50.000 kendaraan selama 24 jam.

Volume kandaraan di tol Cipali sudah meningkat sejak H-8 yakni Selasa (2/4) dengan 58.516 kendaraan dan Rabu dengan 71,461 kendaraan dan diperkirakan bakal naik terus sampai menjelang H-I.

Awal angkutan lebaran kali ini juga ditandai terjadinya longsor di KM 64 + 400 tol Bogor – Ciawi – Sukabumi , Rabu (3/4) akibat kombinasi antara cuaca ekstrim berupa hujan lebat selama tiga hari dan pelapukan tanah.

Sebuah mobil terperosok ke dalam lubang dalam kedalaman 25 meter dari permukaan jalan, namun beruntung pengendara dan penumpangnya selamat.

Terkait pelapukan tanah, menurut Kepala Pusat Vulkaologi dan Mitigasi Bencana Gelogi (PVMBG) Hendra Gunawan, pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor di ruas tol Bocimi terjadi di lapisan tanah lapuk yang tebal ditambah kemiringan curam, sehingga zona ini berpotensi terjadi Gerakan tanah menengah sampai tinggi.

Sementara di Pelabuhan penyberangan Bakauheni, jumlah kendaraan dan calon penumpang juga terus meingkat sehingga di beberapa dermaga dilberlakukan bongkar barang tanpa muat untuk mempersingkat waktu tunggu kapal.

PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberanga (ASDP) juga menambah fasilitas (tol gate) gerbang tol untuk melayani penumpang saat memindai tiket, sedangkan tiket kapal hanya bisa dibeli melalui aplikasi Ferizi secara daring.

Tend-tenda juga dipasang di area Pelabuhan untuk melindungi pegendara sepeda motor dari sengatan matahari atau guyuran air hujan. Fasilitas lain yang disediakan ASDP: area parkir berkapasitas 39.000 kendaraan, 92 tempat istirahat, enam mushala, satu masji dan klinik Kesehatan.

Tempat istirahat di KM 20B, KM33B, KM49B, KM 67B dan KM87B tol Bakauheni – Terbanggi Besar akan disiapkan sebagai buffer zone sehingga kendaraan bisa diarahkan untuk tidak memasuki area Pelabuhan Bakauheni saat terjadi kepadatan kendaraan yang luar biasa

Tertib dan patuhi aturan berkendara agar selamat sampai tujuan dan bertemu dengan orang tua, kerabat dan handai taulan.

 

 

 

 

 

 

l

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here