
SITARO – Warga di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara masih merasakan getaran dan suara bergemuruh yang ditimbulkan dari Gunung Ruang.
“Dilaporkan bahwa kondisi kejadian di lapangan suara gemuruh yang cukup kencang terdengar dari Pulau Tagulandang saat Gunung Ruang kembali erupsi pagi tadi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, selain getaran warga setempat juga masih merasakan gejala vulkanologi, seperti hujan material vulkanik abu dan bebatuan kerikil membumbung tinggi ke angkasa sejak pagi tadi sekitar pukul 02.35 WITA hingga siang ini.
Hujan abu dan bebatuan kerikil tersebut pun di laporkan memiliki cakupan yang lebih luas jika dibanding dengan erupsi yang terjadi pada 17 April 2024 lalu.
Hal demikian dibuktikan setelah posko tanggap darurat di Desa Apengsala, Tagulandang yang berjarak tujuh kilometer di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) pun terdampak oleh hujan batu dan kerikil ini.
Ia menyatakan, demi alasan keamanan dan keselamatan warga otoritas terkait terpaksa memadamkan jaringan listrik di Tagulandang.
“Tim gabungan masih melakukan penanganan darurat dan kaji cepat karena erupsi ini, dan mengoptimalkan upaya evakuasi warga ke tempat yang aman,” katanya.



