Semeru Erupsi 6 Kali, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 900 Meter

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (16/2/2024). (Foto: ANTARA/Irfan Sumanjaya)

LUMAJANG – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami enam kali erupsi berturut-turut pada Jumat (24/5/2024) pagi. Letusan itu diiringi semburan abu vulkanik setinggi 400 hingga 900 meter di atas puncak.

Erupsi pertama gunung setinggi 3.676 meter di ata00.04pukuls permukaan laut (mdpl) terjadi pada   WIB, diikuti oleh erupsi berikutnya pada pukul 01.37 WIB, 02.26 WIB, 03.41 WIB, 05.27 WIB, dan yang terakhir pada pukul 06.12 WIB, dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 400 hingga 900 meter di atas puncak.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 24 Mei 2024, pukul 06.12 WIB dengan tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 mdpl,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam keterangannya di Lumajang.

Menurut Sigit, kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 137 detik.

Sebelumnya, erupsi pada pukul 05.27 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl, dengan warna abu putih hingga kelabu yang mengarah ke timur dan tenggara.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, mengatakan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi setiap hari adalah hal yang wajar mengingat statusnya yang berada di level III atau siaga.

“Justru yang berbahaya kalau tidak erupsi setiap hari, karena ada endapan magma yang dimungkinkan akan terjadi letusan yang cukup besar. Masyarakat di lereng Gunung Semeru sudah paham dengan karakter gunung api tersebut,” tuturnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here