DK PBB terbitkan Resolusi, Israel terus menyerang

Penduduk Nuseirat, Gaza mengais-ngais puing-puing bangunan akibat bombardemen Israel (11/6) lalu. sebanyak 274 warga sipil Palestina tewas, 700-an terluka saat Israel melancarkan operasi militer untuk membebaskan empat warganya yang disandera Hamas.

SELANG sehari setelah DK PBB yang untuk pertama kalinya mengeluarkan resolusi memuat seruan gencatan senjata di Gaza, Palestina, Senin (10/6), pihak Israel terus melancarkan serangan.

Belasan warga Gaza dilaporkan tewas akibat serbuan pasukan darat negara Yahudi itu, Selasa (11/6) ke sejumah lokasi di Gaza yakni di kawasan Sheik Radwan, Tal as-Sultan, Maghasi, Bar as-Zawaida dan Daraz.

Serangan brutal Israel dilancarkan selang sehari setelah bombardemen udara diikuti serangan darat ke kawasan Nuseirat sehari sebelumnya (Senin, 10/6), menewaskan 274  orang dan melukai 698 warga Palestina walau empat sandera yang ditahan Hamas sejak 7 Okt. berhasil dibebaskan.

Besarnya korban warga ipil itulah yang mendorng DK PBB menerbitkan resolusi gencatan senjata pada kedua belah pihak yakni Hamas dan pasukan Israel tanpa syarat dan penundaan.

Dari 15 anggota DK PBB, hanya Rusia yang memberikan suara abstain terkait resolusi tersebut dan seperti dinyatakan oleh Wakil Tetap Rusia di PBB Vasily Nebenzia, resolusi tersebut cuma memuat tekanan terhadap Hamas.

Menurut dia, DK PBB selayaknya tida melakukan kesepakatan apa pun yang parameternya samar sehingga kesepakatan tersebut hanya berupa cek kosong.

Sebaliknya, Perwakilan Tetap Israel di PBB Reut Shapir Ben Naftaly tidak menyebutkan pemerintahnyamenyetujui gencatan senjata dan menyatakan, negaranya tidak akan mengubah tujuan serangan ke Gaza.

“Israel akan terus menyerbu Gaza sampai tujuan tercapai, “ ujarnya.

Menurut catatan, selain membebaskan sandera yang agaknya disembunyikan Hamas dalam kelompok-kelompok kecil yang terpisah, seperti yang berulang kali disampaikan PM Benjamin Netanyahu, Israel tidak akan tunduk pada tekanan int’l sampai tujuannya memenangkan perang melawan Hamas tercapai.

Dari 240 sandera yang dibawa saat penyerangan ke Israel selatan 7 Okt. 2023, beberapa puluh di antaranya sudah dibebaskan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, sedangkan sisanya tidak bisa dipastikan keberadaan dan nasib mereka, berapa yang masih hidup dan di mana saja mereka berada.

Sementara pihak Hamas dan otoritas Palestina menyepakati resolusi DK PBB tersebut dan Hamas dalam pernyataannya siap bekerjasama dengan mediator untuk melaksanakan prinsip-prinsip gencatan senjata.

Hamas dalam pernyataannya enyepakati gencatan senjata permanen di Gaza, penarikan menyeluruh pasukan Israel dari wilayah itu serta pertukaran tawanan dan sandera, pembangunan kembali Gaza dan pemulangan para pengungsi.

Sudah lebih 37.000 warga Palestina tewas, 79.000-an luka-luka dan lebih 10.000 hilang, jutaan mengungsi dan kehilangan tempat berteduh sejak bombardemen dan serangan darat Israel sejak 8 Okt. lalu, sementara 1.200 warga Israel tewas, 240 dijadikan sandera saat Hamas menyerang Israel sehari sebelumnya. (AP/AFP/Reuters/ns)

 

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here