JAKARTA – Pernahkah Anda menemukan fenomena di mana sesuatu yang biasanya dianggap sebagai rezeki atau nikmat justru berubah menjadi musibah?
Contohnya adalah hujan yang menyebabkan banjir dan tanah longsor. Padahal, hujan adalah rezeki dan nikmat dari Allah, namun kemudian berubah menjadi musibah. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Satu hal yang pasti, sering kali musibah terjadi akibat kesalahan kita sendiri. Misalnya, banjir terjadi karena banyaknya daerah resapan air yang diubah menjadi perumahan atau karena sampah yang dibuang sembarangan hingga menyumbat saluran air.
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS Asy-Syura: 30)
Oleh karena itu, kita perlu mewaspadai beberapa hal yang dapat menyebabkan rezeki dan nikmat berubah menjadi musibah.
- Nikmat yang kita terima tidak menjadikan diri kita makin dekat dengan Allah
Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Katsir berkata, sebagai penduduk Hijaz berkata, Abu Hazim mengatakan, “Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah, Ketika belum punya anak sangat ringan beribadah, namun setelah punya anak malah berat sekali melaksanakan ibadah, shalat tak pernah tepat waktu, puasa sunah pun tak lagi dilakukan, ini perlu diwaspadai! Jangan sampai nikmat tersebut kelak malah berubah menjadi musibah.”
- Nikmat yang Allah berikan tidak membuat kita bersyukur
“Sesungguhnya Allah memberikan nikmat pada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak bersyukur, nikmat tersebut malah berubah menjadi siksa.” (Hasan Al Bashri)
Nikmat atau rezeki bisa berubah menjadi ujian dan musibah manakala kita tidak bersyukur. Hal ini bukan berarti Allah membutuhkan rasa syukur kita, sama sekali tidak. Karena aturan di dunia ini telah dibuat sedemikian rupa oleh Allah, sehingga orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, dan orang yang kufur akan mendapat siksa.
- Manakala kita tidak rida dengan pemberian Allah
Diberi anak laki-laki, malah menggerutu ingin anak perempuan. Diberi pekerjaan di luar kantor malah menggerutu ingin bekerja di ruang ber-AC.
Segala nikmat apapun, jika kita tidak rida dan rela atas nikmat tersebut, Allah akan murka dengan tidak memberikan berkah pada apa yang dititipkannya ke diri kita.
“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia rida dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia tidak rida dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah.” (HR Ahmad)





