Sedekah Terbaik

Ilustrasi. (Foto: SHUTTERSTOCK.COM)

JAKARTA – Banyak orang, baik disadari maupun tidak, cenderung memilih barang-barang yang buruk, bekas, dan lama untuk diberikan kepada orang lain. Sementara itu, barang-barang yang baru, bagus, dan baik lebih diprioritaskan untuk digunakan oleh diri sendiri atau keluarga.

Sebenarnya, hal tersebut tidak menjadi masalah, karena barang usang bagi kita mungkin dianggap sangat bagus dan berharga bagi orang lain.

Namun, jika kita memahami makna berbagi dan memberi seperti dalam konsep wakaf, maka kita akan melakukan sebaliknya.

Kita akan memilih untuk menggunakan barang yang usang, sementara barang yang baru akan kita berikan kepada orang lain yang membutuhkan. Mengapa demikian?

Mari kita simak firman Allah berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di Jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya,dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha terpuji.” (QS Al Baqarah: 267)

Ayat Quran lainnya yang menunjukkan keutamaan beramal dengan memberikan barang terbaik adalah sebagai berikut:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” (QS Ali Imran: 92)

Allah mempertegas seperti apakah beramal terbaik yang semestinya kita keluarkan, yakni dengan memberikan sebagian harta yang dicintai. Bukan harta yang sekadarnya, atau harta yang sudah tak disukai.

Dengan demikian, jika kita memiliki kesempatan untuk mengamalkan harta yang kita cintai, upayakanlah untuk melakukan segera, di saat kita masih membutuhkan barang tersebut.

Ayat berikut ini juga menjelaskan pada kita mengenai kebajikan yang sempurna:

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur atau barat itu suatu kebaktian (yang sempurna), akan tetapi sesungguhnya kebaktian (yang sempurna) orang yang beriman kepada Allah, dan kepada Nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnu sabil, orang-orang yang meminta-minta dan membebaskan hamba sahaya, dan mendirikan sholat serta menunaikan zakat.” (QS Al Baqarah: 177)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here