Saling gertak, Korsel vs Korut terus berlanjut

Korea Utara dilaprkan meluncurkan dua rudal balistik lagi, Senin (1/7) untuk merespons latgab antara Korsel, AS dan Jepang baru-baru ini.

KISAH perseteruan panjang antara dua negara bertetangga serumpun, Korea Selatan dan Korea Utara seakan tak pernah mati, diwarnai nuansa saling gertak dan kesiapan keduanya untuk berperang.

Korut seperti dilaporkan oleh militer Korsel, untuk merespons latgab antara Amerik Serikat dan Korsel baru-baru ini,  menguji coba dua rudal balistiknya, Senin (1/7) dari situs peluncuran yang dirahasiakan, namun salah satunya terbang secara tidak normal.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan Lee Sun yong , menurut Yonhap menyatakan, kedua rudal diluncurkan selang 10 menit ke arah timur laut dari kota Jangyon di tenggara Korea Utara. Rudal pertama terbang sejauh 600 kilometer dan rudal kedua 120 kilometer, namun tidak disebutkan di mana rudal tersebut mendarat .

Korut biasanya mengarahkan uji coba rudal ke perairan timurnya, namun jarak penerbangan rudal kedua terlalu pendek untuk mencapai perairan tersebut.

Lee menyebutkan, uji cba rudal kedua tidak normal sejak tahap awal peluncurannya dan jika rudal tersebut meledak, puing-puingnya kemungkinan besar akan berserakan di tanah meskipun tidak ada kerusakan yang dilaporkan. Analisis tambahan mengenai peluncuran rudal kedua sedang dilakukan.

Mengutip sumber militer Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya, media korsel melaporkan, kemungkinan besar rudal kedua jatuh di wilayah pedalaman Korea Utara, sementara rudal pertama mendarat di perairan kota Chongjin di timur Korut.

Lee mengecam, peluncuran rudal oleh Korut tersebut adalah   provokasi yang merupakan ancaman serius terhadap perdamaian di Semenanjung Korea.

“Kami  melakukan kesiapan yang kuat untuk menghadapi setiap bentuk provokasi yang dilakukan oleh Korut, “ tandas Lee.

Peluncuran kedua rudal balistik tersebut dilakukan selang dua hari setelah Korsel, AS dan Jepang mengakhiri latihan trilateral yang merupakan multidomain baru mereka di wilayah tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketiga negara telah memperluas kemitraan keamanan trilateral mereka untuk mengatasi ancaman nuklir Korut dan sepak terjang China yang dianggap memicu eskalasi ketegangan di Laut China Selatan.

Kemlu Korsel sebelumya mengeluarkan pernyataan memuat kecaman keras atas latihan “Freedom Edge” dan menyebut kemitraan AS-Korsel-Jepang sebagai penjelmaan NATO versi Asia.

Selain secara rutin melakukan uji coba rudal dan kemampuan nuklirnya, Korut juga memasang pelantang suara berkekuatan besar di sekitar perbatasan dengan Korut untuk menyampaikan “pesan-pesan” pada warga Korsel dan  mengirimkan ratusan balon memuat sampah atau selebaran.

Sebaliknya, Korsel juga mengasah kesiapan tempurnya denga melakukan latgab secara rutin dengan AS, menerbangkan balon-balon memuat makanan atau selebaran untuk memprovokasi lawan.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here