PBB: Israel Hadang Pasokan Bahan Bakar ke Gaza

Rumah Sakit Kamal Adwan pascaserangan Israel di Gaza. (Foto: ANTARA/Anadolu)

GAZA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinannya mengenai kekurangan bahan bakar di Jalur Gaza, menyebutkan bahwa Israel masih tidak mengizinkan bahan bakar untuk bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah tersebut.

“Kurangnya listrik dan bahan bakar terus berdampak pada penyedia layanan dasar, termasuk rumah sakit, ambulans, toko roti, dan truk bantuan,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Selasa (16/7/2024).

Dujarric menyebutkan bahwa dalam dua minggu terakhir, PBB berhasil mengumpulkan rata-rata 80.000 liter bahan bakar per hari, meningkat dari sekitar 45.000 liter per hari pada dua minggu terakhir bulan Juni.

Meskipun peningkatan tersebut menunjukkan kemajuan, Dujarric memperingatkan bahwa kebutuhan bahan bakar untuk operasi kemanusiaan yang paling dasar adalah 400.000 liter per hari.

“… dan pihak berwenang Israel masih tidak mengizinkan alokasi bahan bakar untuk para pekerja kemanusiaan lokal, sehingga mencegah mereka mentransfer pasokan di Gaza,” ujarnya.

Terkait serangan udara di Gaza, Dujarric menyebutkan bahwa serangan tersebut dilaporkan telah menyebabkan puluhan korban tewas dan luka-luka.

“Salah satu serangan terjadi hanya beberapa ratus meter dari Pusat Operasi Kemanusiaan Gabungan di Deir al Balah yang digunakan oleh PBB dan mitra LSM kami,” tuturnya.

Mengenai pengungsian, Dujarric mengatakan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan adanya aliran keluarga yang mengungsi dari Kota Gaza ke Deir al Balah, dengan sedikitnya 1.000 orang yang menyeberang dalam seminggu terakhir.

Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai pelaksanaan gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus dilancarkannya di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Sejak itu, menurut otoritas kesehatan setempat, lebih dari 38.700 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 89.000 orang terluka.

Sembilan bulan setelah serangan Israel berlangsung, sebagian besar wilayah Gaza menjadi reruntuhan di tengah blokade yang melumpuhkan akses pada makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here