Kerusuhan Bangladesh: Korban Tewas 204 Orang, Jam Malam Diperpanjang

protes anti-kuota di Dhaka, Bangladesh pada 18 Juli 2024/ foto: AFP

DHAKA – Bangladesh mengumumkan perpanjangan jam malam pada hari Jumat dan Sabtu dengan jeda sembilan jam, di tengah tindakan keras dan penangkapan intensif terhadap mereka yang terlibat dalam kekerasan selama protes mahasiswa.

Menteri Dalam Negeri, Asaduzzaman Khan, mengumumkan hal ini dalam konferensi pers pada Jumat (26/7/2024) pagi, setelah bertemu dengan penegak hukum. Jam malam, yang telah berlaku sejak Sabtu lalu, akan berlanjut di Dhaka dan tiga kota lainnya.

Jeda jam malam akan berlangsung dari pukul 8 pagi hingga 5 sore di Dhaka dan tiga kota lainnya. Keputusan mengenai jam malam di kota-kota lain akan diambil oleh pihak berwenang setempat.

Surat kabar lokal Prothom Alo melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi sedikitnya 204 sejak 16 Juli. Namun, pemerintah belum merilis laporan resmi terkait jumlah korban.

Para mahasiswa yang berunjuk rasa menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan aksi hingga sembilan tuntutan mereka dipenuhi, termasuk pelarangan Liga Chhatra, penuntutan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan pengunjuk rasa, dan permintaan maaf dari Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Sementara itu, polisi telah menangkap lebih dari 5.500 orang di seluruh negeri, termasuk 1.100 orang pada hari Kamis, menurut Prothom Alo. Sebagian besar yang ditangkap adalah anggota oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dan Bangladesh Jamaat-e-Islami.

Pada Jumat lalu, pemerintah Bangladesh memberlakukan pemadaman listrik total dan memutus layanan internet saat protes mahasiswa berubah menjadi kekerasan. Layanan internet broadband telah dipulihkan secara terbatas di seluruh negeri, tetapi layanan internet seluler belum pulih.

Para mahasiswa memulai protes dengan menyerukan reformasi sistem kuota negara untuk pekerjaan pemerintah pada awal Juli. Protes ini berkembang menjadi gerakan besar setelah PM Hasina menyebut para pengunjuk rasa sebagai “razakar,” istilah yang merujuk pada pengkhianat yang berjuang untuk pasukan Pakistan selama perang kemerdekaan Bangladesh tahun 1971.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here