INGGRIS – Hasil referendum pada Jumat (24/6/2016) menyatakan 51,98 persen suara rakyat Inggris menginginkan negaranya keluar dari Uni Eropa dan berhasil memenangi referendum Brexit.
Dalam sebuah keputusan bersejarah, rakyat Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa dalam referendum yang memicu semangat atas isu-isu imigrasi dan kedaulatan.
Diberitakan VOA, Jumlah orang yang memilih tinggi, lebih dari 70 persen meskipun hujan badai turun di hari referendum, yang mencerminkan perasaan kuat akan isu di negara yang tingkat imigrasinya telah naik dua kali lipat dalam 16 tahun terakhir.
Pemungutan suara struktur tata kelola Uni Eropa yang dianggap terlalu mengendalikan rakyat Inggris pada umumnya.
“Biarkan 23 Juni tercatat dalam sejarah sebagai hari kemerdekaan kita,” tokoh kampanye anti-UE Nigel Farage mengatakan kepada para pendukungnya di Westminster Jumat pagi.
Farage adalah pemimpin Partai Independen Inggris, yang mendukung pembatasan imigrasi yang keras. Ia mengatakan pemilihan umum ini menjadi kemenangan untuk rakyat, kemenangan untuk orang biasa, kemenangan untuk warga yang jujur.
Setelah 43 tahun bergabung di Uni Eropa akhirnya rakyat Inggris memilih risiko independen dibanding masih berada dalam manajemen UE yang dianggap tidak demokratis dan semakin besar serta intrusif.





