
SUKSES menggulingkan PM Sheik Hasina tidak membuat massa  pengunjuk rasa di Bangladesh menghentikan aksi-aksinya, karena setelah itu mereka menuntut pembubaran parlemen.
“Parlemen harus bubar, Selasa (6/8) pukul 15:00 (pukul 16:00 WIB), “ seru Nahid Islam, salah satu organisator utama gerakan menentang PM Hasina menegaskan tenggat waktu yang harus dienuhi oleh Presiden Mohammed Shabaruddin seperti dikutip AFP.
Tuntutan pembubaran parlemen juga diserukan para pemimpin mahasiswa yang mengikuti aksi protes, Selasa, dan mereka mengingatkan, akan ada “aksi keras” jika tenggat waktu  pembubaran parleman tidak dipenuhi.
Islam meminta para mahasiswa revolusioner bersiap-siap jika tuntutan yang mereka munculkan sehari setelah PM Hasina mundur dan kabur di tengah gelombang unjuk rasa yang berlangsung sejak Juli lalu tidak dipenuhi.
Ia dilaporkan akan bertemu dengan para pemimpin mahasiswa pada Selasa ini untuk mendiskusikan pembentukan pemerintah sementara.
Pemerintahan sementara itu kemudian diharapkan dapat segera mengadakan pemilihan umum setelah mengambil alih kekuasaan dan menginginkan peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus sebagai penasihat utama pemerintah.
“Pemerintah selain yang kami rekomendasikan tidak akan diterima dan kami tidak akan menerima pemerintahan yang didukung atau dipimpin oleh tentara,” jelasnya.
 Yunus dan Grameen Bank
Yunus dan Grameen Bank-nya meraih Nobel Perdamaian 2006 atas usahanya mengangkat jutaan orang dari kemiskinan dengan memberikan pinjaman mikro di bawah 100 dolar AS kepada warga miskin di pedesaan.
Namun Yunus didakwa oleh pengadilan pada Juni lalu dengan tuduhan penggelapan, walau hal itu dibantahnya.
Dia mengatakan kepada penyiar India Times Now dalam sebuah rekaman wawancara, bahwa  Senin (5/8) menandai “hari kemerdekaan kedua” Bangladesh setelah melepaskan diri dari  Pakistan,1971.
Namun menurut Yunus, warga Bangladesh marah kepada negara tetangganya, India, karena mengizinkan Hasina mendarat di sana setelah melarikan diri dari Dhaka.
“India adalah sahabat kami . Rakyat marah kepada India karena mendukung tokoh yang telah menghancurkan kehidupan kami,” kata Yunus.
Hasina, ungkap dua pejabat India pada Reuters, Â mendarat di sebuah lapangan terbang militer di Hindon dekat Delhi setelah meninggalkan Dhaka, Senin dan keduanya juga mengatakan, Â Penasihat Keamanan Nasional India Ajit Doval menemui mereka.
Sedikitnya 109 orang dilaporkan tewas dalam demo Bangladesh hanya pada Senin (5/8) ketika ribuan pengunjuk rasa berhasil memaksa PM Sheikh Hasina mundur dari jabatannya dan kabur ke luar negeri.
Menurut perhitungan AFP, total korban tewas dalam kerusuhan Bangladesh menjadi 409 orang, merujuk pada data dari polisi, pejabat pemerintah, dan dokter di rumah sakit.
Sheik Hasina, PM Bangladesh ke-10 dari 1996 – 2001 dan 2009 – 2024 adalah putera presiden pertama dan proklamator Bangladesh alm. Sheik Muzibur Rahman yang megalami nasib tragis, dijatuhkan oleh rakyatnya sendiri (Reuters/AFP/ns)




