MAJALENGKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, membentuk desa tangguh bencana sebagai langkah pencegahan dampak kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Majalengka, Rachmat Kartono, dari 330 desa dan 13 kelurahan yang ada, sebagian besar sedang disiapkan menjadi desa tangguh bencana.
Program ini merupakan tanggapan terhadap penetapan status siaga darurat kekeringan dan karhutla di Majalengka untuk tahun 2024.
Fokus utama program adalah memberdayakan dan melatih warga serta relawan agar mereka dapat menangani bencana sebelum petugas BPBD tiba di lokasi.
“BPBD telah menyusun pola mitigasi yang melibatkan relawan lokal dan warga. Salah satunya pembentukan desa tangguh bencana ini. Kami tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari masing-masing pemerintah desa (pemdes),” kata Rachmat di Majalengka, Selasa (13/8/2024).
Setelah desa tersebut terbentuk, BPBD akan memberikan pelatihan dasar kepada warga dan relawan tentang cara menanggulangi dan mengurangi risiko bencana.
Jika desa-desa ini sudah memiliki kemampuan yang cukup, BPBD berencana meningkatkan program ini ke tingkat kecamatan tangguh bencana, sehingga menciptakan jaringan penanganan bencana yang lebih efektif.
Rachmat juga menyebut bahwa pemerintah daerah telah menetapkan masa siaga darurat sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Majalengka yang berlaku dari 1 Juni hingga 31 Oktober 2024.
“Masa siaga darurat dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kebutuhan. Langkah-langkah ini dirancang untuk mengatasi potensi bencana selama musim kemarau,” tuturnya.





