JAKARTA – Sedekah jariyah adalah amalan yang pahalanya terus mengalir tanpa henti, bahkan setelah orang yang bersedekah meninggal dunia. Hadis dari Abu Hurairah menjelaskan bahwa setelah seseorang meninggal, semua amalnya terputus kecuali tiga hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh.
Selain mendapatkan pahala yang terus mengalir, sedekah jariyah memiliki beberapa manfaat yang mungkin belum banyak diketahui orang. Berikut adalah manfaat-manfaat tersebut:
1. Hidup Berkah
Rezeki datang dari Allah kepada semua makhluk-Nya, termasuk melalui sedekah yang kita berikan. Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang yang bersedekah, seperti bertambahnya rezeki, keberkahan harta, dan panjang umur.
Sedekah yang dilakukan dengan ikhlas tanpa paksaan adalah tindakan yang sangat dicintai Allah, karena menunjukkan niat untuk membantu meringankan beban orang lain.
Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya.” (HR Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadis ke 36)
2. Menolak Bala
Sedekah juga dapat menjadi ikhtiar untuk menolak bala atau bencana. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa sedekah dapat menolak 70 macam bala, termasuk penyakit.
“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR Baihaqi dan Thabrani)
Bukan hanya di dunia, sedekah jariyah juga membantu kehidupan manusia di akhirat. Sebagaimana sabda Nabi SAW:
“Bentengilah diri kalian dari siksa api neraka meskipun dengan separuh buah kurma.” (Muttafaqun ‘alaih)
“Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)
3. Akhir Hayat yang Tenang
Sedekah bisa menjadi cara untuk mengurangi dosa dan kesalahan yang telah dilakukan di dunia. Dunia adalah tempat untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat. Banyak orang menyesali ketika kematian tiba tanpa sempat bersedekah.
“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh’.” (QS Al Munafiqun ayat 10)
Oleh karena itu, sedekah jariyah juga berfungsi sebagai refleksi diri agar kita bisa menjadi lebih baik setiap hari dan mencapai akhir hayat yang tenang.
Dalam perjalanan hidup menuju akhirat, kita ingin meninggalkan nama baik yang dikenang oleh manusia dan malaikat. Mari renungkan setiap hari, bagaimana kita ingin dikenang setelah kita tiada.





