BEKASI (KBK) – Pesantren kilat (Sanlat) yang diadakan Dongeng Ceria Management, di Sekretariat Yatim Seribu Pulau (YSP), Jati Asih, Bekasi berakhir sudah, anak-anak pun kembali ke rumah masing-masing.
Dikatakan Iman Surahman, yang akrab dipanggil Kak Iman, jumlah anak pesantren kilat tahun ke-3 ini sebanyak 32 orang. Semuanya sudah boleh pulang, namun ada 4 anak yang masih kerasan dan minta izin untuk tinggal sampai sepekan ke depan, mereka masih betah hidup bersama teman-teman dengan anak istimewa atau anak yatim di YSP.
“Ini hanya mau memindahkan habid dari rumah YSP ke rumah aslinya,” jelas Kak Iman, Senin (27/6/2016).
Kegiatan mereka di Sanlat, pagi hari dia bangun, kemudian mandi, kemudian merapikan rumah secara bersama, mereka juga dilatih mencuci sendiri baju-baju mereka.
“Pesantren Ramadhan bersama YSP, tidak seperti di tempat lain. Di sini pesantrennya dibuat seperti rutinitas rumah namun ditambah dengan pelajaran hadist, hafalan quran dan pengetahuan lainnya,” tambah Kak Iman.
Tahun ini kegiatan Sanlat dibimbing oleh mahasiswa ESQ dan Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia (JMKI) Sulawesi, Bengkulu dan Bandung.
Dikatakan Kak Iman, Pesantren di YSP dilaksanakan selama 7 hari. Biasanya di tempat lain hanya 3 hari.
“Masalahnya kalau 3 hari: hari pertama mereka baru beradaptasi dengan teman-teman karena orang tuanya cuma mengantar saja, Hari kedua: mereka melakukan penyesuai dengan teman-temannya, Hari ketiga: pas anak-anak sedang senang-senangnya bertemu teman baru, besoknya mereka pulang, jadi mental anak-anak belum dapat berubah. Tapi dengan 7 hari insya Allah anak-anak akan dapat berubah dan anak-anak mendapat pengalaman yang mengesankan,” tutur Kak Iman.
Bukti mereka dapat mengubah mentalnya, mereka menjadi kerasan dengan rutinitas di pesantren kilat di YSP, sehingga meski sudah 7 mereka meninggalkan rumah, mereka masih pengen tinggal lebih lama lagi.





