MUI Setuju Azan Magrib di TV Diganti Teks Berjalan saat Siaran Langsung Misa Akbar

Paus Fransiskus dijadwalkan akan melakukan lawatan ke Indonesia, September nanti. Penantian 35 tahun umat Katolik sejak kedatangan Paus Johannes Paulus II pada 1989.

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyetujui penayangan kumandang azan maghrib di televisi diganti dengan teks berjalan (running text) saat misa akbar bersama Paus Fransiskus di Gelora Bung Karno, Kamis (5/9).

Sebelumnya, Kemenag RI telah mengeluarkan surat imbauan agar stasiun televisi berkenan menyiarkan azan maghrib dalam bentuk running text ketika menayangkan secara langsung Misa Akbar yang dipimpin Paus Fransiskus.  Rencananya, ibadah massal ini akan disiarkan via saluran televisi nasional.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, langkah pemerintah tersebut dapat dilakukan demi menghormati umat Katolik.

Kiai Cholil memandang, penggantian kumandang azan dengan running text bukanlah persoalan. Terlebih lagi, azan yang dimaksud dapat didengar kaum Muslimin di masjid-masjid, seperti biasa.

“Tidak apalah, setuju azan di TV diganti dengan runing text demi menghormati saudara-saudara kita umat Katolik yang sedang misa. Itu pun azan elektronik, bukan azan suara di masjid,” kicaunya di akun X, Rabu (4/8/2024).

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here