
GUNUNGKIDUL – Badan Wakaf Indonesia (BWI) kembali mendistribusikan imbal hasil dari wakaf uang yang dikumpulkan dari pegawai ASN Kementerian Agama untuk mendukung Program Inkubasi Wakaf Produktif di Kota Wakaf.
Salah satu daerah yang terpilih sebagai lokasi pilot proyek pengembangan Kota Wakaf adalah Kabupaten Gunungkidul, bersama dengan lima lokasi lainnya, yaitu Aceh Tengah, Siak, Padang, Wajo, dan Tasikmalaya.
Penyerahan imbal hasil tersebut dilaksanakan pada 11 Oktober 2024 di Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, yang bertepatan dengan acara peluncuran Grand Launching Endowment Fund, KKN Tematik 1000 Kampung Zakat, dan Kota Wakaf, serta pelatihan nazhir untuk inkubasi wakaf produktif.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Prof. Waryono Abdul Ghafur.
Sejak 2020, dana wakaf uang dari ASN Kementerian Agama yang terkumpul mencapai 4,6 miliar Rupiah, yang diinvestasikan dalam Sukuk Wakaf Ritel SWR003. Dari investasi tersebut, telah diperoleh imbal hasil lebih dari 558 juta Rupiah.
Sebagian dari imbal hasil tersebut sudah disalurkan sebagai beasiswa senilai 190 juta Rupiah kepada 100 mahasiswa dari 17 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) di Indonesia.
Secara simbolis, Ketua Divisi Pemberdayaan dan Pengawasan Nazir BWI, Dede Haris Sumarno, menyerahkan imbal hasil wakaf tersebut kepada Nazir PDM Muhammadiyah dan Nazir PCNU Kabupaten Bantul.
Penyerahan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan aset tanah wakaf dan meningkatkan pengelolaan wakaf yang lebih produktif di Indonesia.
Waryono menekankan pentingnya mengoptimalkan pengelolaan wakaf uang ASN yang mencapai 4,6 miliar Rupiah guna membantu pengembangan Kota Wakaf.
Dengan potensi wakaf uang nasional yang diperkirakan mencapai 180 triliun Rupiah per tahun, dibutuhkan pengelolaan yang profesional agar manfaat wakaf bisa dirasakan lebih luas.
“Melalui program inkubasi ini, para nazir diharapkan mampu mengelola aset wakaf dengan lebih efektif dan produktif demi kesejahteraan umat,” ujar Waryono.




