JAKARTA – Warga sekitar lokasi penangkapan bidan Elly di Ciracas, Jakarta Timur , karena keterkaitannya dengan peredaran vaksin palsu, merasa khawatir, terutama para orangtua yang pernah melakukan imunisasi di bidan Elly.
Mereka khawatir karena sebelumnya anak-anak mereka selama ini menjalani vaksinisasi di klinik tersebut. Misalnya seorang warga, Hendra (36) yang mengaku telah 14 kali membawa putranya untuk divaksinasi oleh Bidan Elly.
“Saya ingin ngecek saja, jangan-jangan anak saya dikasih vaksin palsu juga,” katanya.Hendra mengatakan sejak anaknya berusia sembilan bulan, beberapa vaksin mulai dari Hepatitis A, B, polio, DPT dan BCG, didapatkan dari klinik tersebut.
Meski sejauh ini belum ada keluhan, ia khawatir vaksin palsu memiliki dampak terhadap masa depan putranya. “Waktu itu memang setelah divaksin, anak saya panasnya sampai tiga hari dan enggak turun-turun,” tuturnya.
Sementara itu, Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI terus menginvestigasi tujuh wilayah lagi yang diduga turut menjadi distributor vaksin palsu.
“Jadi ini ada 7 wilayah. Kami masih investigasi dari yang kemarin (klinik Bidan Elly),” kata Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto.
Sayang Ari Dono tak menyebut detail tujuh lokasi yang tengah diinvestigasi tersebut. Ari Dono bersama Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan sejumlah penyidik dari Bareskrim Polri mendatangi Klinik Bidan Elly.
Kunjungan kali ini bukan untuk pra rekontruksi melainkan hanya sekadar ngecek.”Ini cuma ngecek saja. Ini sebenarnya kan gini untuk meyakinkan seperti sosialisasi kita bawa bu Menteri, jadi ini loh yang sudah divaksin, Bu Menteri mau lihat,” kata Ari Dono.”Kira-kira dampaknya seperti apa.
“Ternyata dari 2014 beberapa bayi (yang divaksin) tadi ternyata nggak ada dampak signifikan, masih sehat-sehat aja. Tapi masih didalami lagi,” tambah Ari, dikutip dari Wartakota.





