Penyerang Ataturk Diduga Dari Wilayah Bekas Uni Soviet

Bandara Ataturk, Istanbul/ AFP

TURKI – Penyerang dan pelaku bom bunuh diri di Ataturk, Istanbul Turki diduga berasal dari bekas wilayah Uni Soviet. Namun informasi yang beredar masih simpang siur.

Seorang berasal dari Kaukasus Utara, sedangkan dua lainnya dari Uzbekistan dan Kirgistan. Namun, laporan-laporan yang menyebut bahwa dia orang Chechnya sudah dibantah sebuah sumber polisi di Kaukasus Utara, seperti dilaporkan kantor berita Rusia, Interfax.

Sementara itu Dilaporkan Reuters, seorang pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa asal penyerang dari luar negeri, setelah beredarnya berita di media-media Turki. Selain itu ada juga yang menyebutkan salah seorang pria tersebut bernama Osman Vadinov, yang menyeberang ke Turki dari Raqqa, yang dikuasai ISIS di Suriah, pada tahun 2015.

Pihak berwenang Turki yakin bahwa kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS berada di balik serangan bom dan senjata api di Bandara Kemal Ataturk, Selasa (28/6/2016) yang menewaskan 44 orang dan melukai 230 lainnya.

ISIS diyakini sudah lama merekrut anggotanya dari kawasan wilayah-wilayah bekas Uni Soviet yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, bulan Oktober lalu memperkirakan jumlah yang direkrut sekitar 5.000 hingga 7.00 orang.

Advertisement