
PADANG – Dompet Dhuafa Singgalang meluncurkan program Gerakan Optimalisasi Gizi Anak (Go-Gina). Berkolaborasi dengan Puskesmas Anak Air dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumbar, program ini bertujuan mencegah stunting serta memberikan edukasi bagi ibu hamil. Acara peluncuran Go-Gina berlangsung Senin (28/10/2024).
Implementasi program ini merupakan hasil donasi pelanggan Matahari se-Indonesia selama Ramadan 1445 H (Februari–April 2024).
Selama periode Ramadan, pelanggan Matahari di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam program donasi pelanggan yang penyalurannya dikelola oleh Dompet Dhuafa.
Pada 2024, program Donasi Pelanggan ini difokuskan pada pendidikan dan kesehatan anak-anak di Indonesia. Di samping itu, dukungan datang dari stakeholder setempat mulai dari Kelurahan Padang Sarai, pihak Kecamatan Koto Tangah hingga Dinas Kesehatan Kota Padang.
Lidia Febrina, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Padang, memberikan apresiasi dan berharap program ini mampu memberikan manfaat luas.
“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa Singgalang dan pihak-pihak yang ikut berkolaborasi dalam program untuk pencegahan stunting ini. Semoga program ini berdampak luas dan menyasar banyak penerima manfaat,” ujar Fera.
Vanny Fizian dari TP-PKK Kecamatan Koto Tangah juga menyatakan dukungannya dan berharap Go-Gina dapat memerhatikan lebih banyak anak-anak serta ibu hamil.
“Kami sangat bangga dan senang dengan hadirnya program ini. Semoga programnya berjalan lancar semakin banyak anak-anak dan ibu hamil butuh perhatian,” katanya.
Ketua AIMI Sumbar, Sri Parmala Susi, mengungkapkan komitmennya untuk terus bekerja sama dalam upaya mencegah stunting, terutama di Koto Tangah.
“Kami dengan Dompet Dhuafa Singgalang, AIMI Sumbar dan Puskesmas Anak Air sejak 2019 konsen di Batipuh Panjang untuk giat pencegahan stunting dan edukasi untuk ibu hamil. Tahun 2021 bersama Dompet Dhuafa Singgalang kami lahirkan Program Go-Gina ke anak dan ibu hamil,” tutur Susi.
Puskesmas Anak Air mencatat bahwa hingga Juni 2024, terdapat 1.500 anak di Kota Padang yang mengalami stunting.
“Sebanyak 600 orang anak dari data tersebut berasal di Anak Air, Kelurahan Batipuh Panjang dan dari Padang Sarai total 103 orang,” ujarnya.
Novil Oksan Putra, Plt. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, menjelaskan bahwa program Go-Gina berfokus pada pendampingan anak dan ibu hamil, menyediakan alat masak, dan suplai makanan pendamping.
Program ini, lanjut Novil, sementara berfokus di Padang Sarai dan Anak Air, namun diharapkan dapat diperluas ke daerah lain di Sumbar.
“Alhamdulillah, dengan semangat kolaborasi, melalui Program Go-Gina kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih cerah. Di mana, setiap anak bisa tumbuh sehat dan optimal. Mari terus kita tingkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya gizi seimbang bagi generasi penerus,” tuturnya.
Beberapa tujuan Program Gerakan Optimalisasi Gizi Anak (Go-Gina) ini di antaranya mencegah dan menurunkan kejadian stunting di Sumatra Barat.
Kemudian, meningkatkan pengetahuan ibu dalam manajemen makan bayi dan anak, meningkatkan pengetahuan ibu melalui simulasi intervensi dan deteksi dini tumbuh kembang bayi dan anak.
Meningkatkan berat badan, mengubah prilaku makan anak melalui pola makan yang baik, serta menyebarluaskan pengetahuan mengenai menyusui, makan bayi dan anak melalui dampingan ibu yang menjadi jejaring pengetahuan ke lingkungan sekitarnya.
Sementara bentuk kegiatan di Go-Gina di antaranya, kelas dampingan ibu (edukasi menyusui dan manajemen makanan bayi dan anak bersama AIMI Sumbar), bina ibu melalui edukasi kesehatan dan DDTK oleh tenaga kesehatan/Bulek Rancak (Puskesmas Anak Air), pos gizi (kader dan PKK), support sistem (kelurahan dan stakeholder), serta monev berkelanjutan. *




