Kurban Dompet Dhuafa 1447 H Sasar Dua Juta Penerima, Jangkau Tujuh Negara

JAKARTA, KBKNEWS.id – Program kurban Dompet Dhuafa pada 1447 Hijriah kembali diperluas dengan target distribusi yang menjangkau 102 kabupaten/kota dan 788 desa di Indonesia.

Tahun ini, lembaga filantropi tersebut menargetkan sekitar 2 juta penerima manfaat dengan melibatkan 48 mitra peternak.

Tak hanya di dalam negeri, distribusi kurban juga akan menjangkau tujuh negara, yakni Myanmar, Somalia, Palestina, Suriah, Libanon, Jordania, dan Sudan, melalui kolaborasi dengan tiga mitra global.

Peluncuran program ini dikemas dalam kegiatan Kurbanaval 2026 bertema “Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu” yang digelar di Cibis Park, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026). Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh seperti Indro Warkop, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini, motovlogger Elang MV, serta Ketua Kurban 1447 H Dompet Dhuafa Ali Bastoni.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa program kurban yang dijalankan bukan sekadar distribusi daging, tetapi juga bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sejak 1994, perjalanan Dompet Dhuafa menyalurkan kurban terus tumbuh. Dari ratusan hewan hingga kini telah menjangkau pelosok negeri bahkan luar negeri. Bukan sekadar distribusi, tapi tentang menguatkan peternak, menciptakan senyuman hingga kebermanfaatan bagi pekurban, peternaknya hingga penerima manfaatnya,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, nilai utama yang terus dijaga adalah amanah, transparansi, dan kebermanfaatan bagi semua pihak yang terlibat.

Untuk menjamin kualitas, Dompet Dhuafa menerapkan Quality Control (QC) ketat dengan lima parameter utama, mulai dari bobot hewan sesuai standar, kesehatan fisik, usia yang memenuhi syariat, proses penyembelihan yang higienis, hingga distribusi tepat sasaran.

Ahmad juga menyoroti pentingnya distribusi kurban ke wilayah konflik dan krisis pangan di luar negeri.

“Di sana banyak saudara kita saat merayakan hari besar kali ini tidak dalam kondisi yang mudah. Pangan terbatas, konflik belum usai, dan harapan yang terus diuji. Kurban yang kita tunaikan mungkin sederhana bagi kita pribadi, tetapi bagi mereka bisa menjadi kebahagiaan yang lama dirindukan,” ujarnya.

Sebagai inovasi, Dompet Dhuafa menghadirkan layanan Kurban Express, yang memudahkan masyarakat menunaikan kurban secara praktis melalui pengantaran hewan kurban langsung ke mitra seperti masjid, sekolah, komunitas, hingga perusahaan, khususnya di wilayah Jabodetabek.

“Dengan layanan ini, pekurban tidak hanya mendapatkan kemudahan akses dan efisiensi waktu, tetapi juga memastikan hewan yang diterima dalam kondisi sehat dan siap ditunaikan sesuai syariat,” kata Ahmad.

Sementara itu, Ketua Kurban Dompet Dhuafa 1447 H, Ali Bastoni, menjelaskan bahwa program ini juga menyasar manfaat dari hulu hingga hilir. Dari sisi hulu, Dompet Dhuafa memberdayakan peternak binaan agar lebih mandiri. Sedangkan di hilir, distribusi difokuskan ke daerah minim akses daging kurban.

Indro Warkop turut membagikan alasannya memilih Dompet Dhuafa sebagai mitra berkurban.
“Banyak di Jakarta dan kota-kota besar, khususnya di komplek-komplek elit justru seringkali mendapatkan jatah hewan kurban yang tercukupi bahkan lebih, sementara banyak daerah yang lain jauh lebih membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Elang MV mengaitkan makna kurban dengan dunia otomotif.
“Berkurban dengan makna kendaraan menuju surga, kalau kita menangkap dari sisi otomotif, ya kita menyiapkan kendaraan harus semaksimal mungkin akan kenyamanan dan keamanan,” ujarnya.

Melalui program ini, Dompet Dhuafa berharap kurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan pemerataan kesejahteraan, baik di dalam maupun luar negeri.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here