
BERBEDA dengan tampilannya yang sangar dan dingin saat berparade, kecuali rata-rata tampak kurus, Tentara Rakyat Korea (KPA) juga dilaporkan mengalami kurang gizi.
Harian Inggeris the Guardian mengungkapkan, selain kurang gizi, pasukan Korut yang jumlahnya termasuk terbesar di dunia (sekitar 1,2 juta personil0Â belum termasuk satuan cadangan), juga minim pengetahuan serta pengalaman perang modern.
Walau ditutup-tutupi, kehadiran sekitar 10.000 personil KPA di kawasan Kursk, ibu kota Provinsi Oblast, Rusia barat, salah satu front terdepan Perang Ukraina, tak bisa disangkal lagi. Agustus lalu pasukan Ukraina bahkan sempat merangsek masuk sampai 35 Km dari perbatasan ke wilayah Rusia.
Beberapa pakar militer menilai, kontribusi tentara Korut bagi Rusia mungkin tidak seefektif yang diharapkan karena walau pun membawa sejumlah persenjataan, mereka agaknya kurang berpengalaman dalam operasi di medan tempur di Ukraina.
Sebagian besar tentara berusia remaja atau pemuda berusia belasan hingga awal 20-an yang telah dilatih di wilayah pegunungan Korea Utara, berbeda  dengan medan datar di Ukraina.
Mereka dipersenjatai oleh Rusia dengan senapan AK-12, senapan  mesin, mortir dan alat penginderaan malam. Namun, para tentara ini tetap menghadapi tantangan besar, mulai dari perlengkapan yang kurang memadai hingga rentan terhadap penyakit.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, tentara Korut rentan terhadap kondisi kesehatan yang serius, tercermin dari seorang tentara Korut yang membelot, ditemukan menderita infeksi parasit  parah, termasuk mengidap cacing usus sepanjang 27 cm, dan mengalami kekurangan gizi.
Tentara Korut yang dikirim ke Rusia untuk bertempur di Ukraina dilaporkan dibayar oleh Rusia 2.000 dollar AS per bulan (sekitar Rp31,5 juta), namun uang itu bakal masuk ke kocek pemerintah Pyongyang, tidak dinikmati si prajurit.
Bedasarkan laporan nknews, gaji resmi rata-rata warga Korut berkisar antara 500 sampai 1.000 won Korut.
Jumlah itu tentu saja sangat kecil jika dibandingkan dengan harga beras saja sekitar 5.000 won, walau masih ada jatah natura seperti sayur kol,apel, ikan dan daging serta kebutuhan lainnya bagi pekerja termasuk tentara.
Profesi tertentu termasuk tentara juga memperoleh ransum 700 hingga 900 gram biji-bijian (sereal) sehari ditambah dengan bekal untuk keluarga di rumah.
Untuk tentara berbintang atau jenderal, gajinya lain lagi, misalnya jenderal berbintang dua (mayjen) mendapat tunjangan mata uang asing (dollar AS) sebesar 700 dollar (setara Rp 10,9 juta), bintang tiga (letjen1.000 dollar (Rp15,575 juta) dan jenderal penuh 1.200 dollar (Rp18,69 juta).
Bandingkan dengan gaji terendah perwira pertama di Korsel (letnan dua) sekitar 4,16 juta won  won Korsel (sekitar Rp45,8 juta juta per bulan), sedangkan prajurit  reguler dengan pangkat terendah, 1,3 juta  won (sekitar Rp14,3  juta), sementara prajurit wajib militer 510.100 won (sekitar Rp5,6 juta) yang bertugas antara 18 sampai 21 bulan .
Tidak diketahui berapa santunan nantinya bagi prajurit Korut yang kehilangan nyawa dalam Perang Ukraina di pihak Rusia yang bakal  diterima keluarga mereka. Kasihan ya!     (The Guardian/ns)




