JAKARTA – Mencegah lonjakan harga daging sapi jelang lebaran, Kementerian Pertanian (Kementan) memasok 9.000 ton daging sapi beku ke sejumlah pasar di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek).
“Kami bersama dengan 12 perusahaan swasta menyuplai langsung daging beku sebanyak 9.000 ton atau setara dengan 52.000 sapi. Ini pertama kalinya daging beku bisa masuk sampai ke lapak-lapak dengan harga terjangkau. Tidak pernah terjadi dalam 70 tahun terakhir,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada operasi pasar di Pasar Jatinegara, seperti dilansir Antara, Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Mentan juga mengaku akan mencabut regulasi yang selama ini menghambat masuknya daging beku ke pasar tradisional. Regulasi tersebut ditargetkan akan diubah dalam satu sampai dua minggu ke depan.
Dengan stok daging sapi sebanyak 9.000 ton itu, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Lebaran 2016 karena kebutuhan diperkirakan sekitar 1.000 sapi per hari.
Daging sapi beku ini akan dijual dengan harga murah, berkisar antara Rp 75.000 sampai Rp 80.000 di 18 pasar se-Jabodetabek.
Bahkan tidak hanya jelang lebaran saja daging beku disalurkan ke pasar, tetapi seterusnya sampai harga daging sapi lokal atau segar yang kini mencapai Rp 125.000 per kilogram turun setara dengan daging beku.
Jelang Ramadhan, Presiden Jokowi pernah menjanjikan harag daging akan sampai di Rp 80.000 per kg. Akibatnya, banyak warga yang menagih janji, sehingga pemerintah melakukan strategi pasokan daging beku ke pasar, yang harganya sudah pasti jauh lebih murah dari daging segar.





