BOGOR—Tahun ini, Dompet Dhuafa berusia 23 tahun. Dalam acara tasyakkuran Milad yang diselenggarakan di Masjid Al Madina, Bogor, Dompet Dhuafa juga meluncurkan situs online bernama Wakafedia.
Situs Wakafedia situs yang dikembangkan khusus untuk mengulas isu-isu seputar wakaf. Situs ini menyajikan informasi yang berkaitan dengan wakaf, mulai dari potensi, pengelolaan, inovasi, hingga bermacam referensi.
“Kalau zakat kita bisa dibilang sudah berhasil, sekarang bagaimana kita bisa mengembangkan dan mendayagunakan wakaf,” ujar Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa yang juga penggagas Wakafedia, Parni Hadi, Jumat (1/7/2016).
Parni menambahkan, situs ini memadukan unsur teknologi, social entrepreneurship, dan jurnalistik yang berlandasrkan nilai-nilai kenabian. “Kita berharap, trend wakaf ini bisa mendunia,” tambah mantan Pimred Republika, Dirut Antara, dan Dirut RRI ini.
Sekedar gambaran, saat ini ada 450 ribu titik lahan wakaf di Indonesia. Jika dihitung, luasnya mencapai 3,3 miliar meter persegi. Nilai aset tersebut setara dengan Rp600 triliun. Selama ini, sebagian besar aset wakaf masih diperuntukkan untuk bangunan-bangunan sosial seperti masjid, lembaga pendidikan, makam, maupun panti asuhan.
Masih sangat sedikit aset wakaf yang produktif, dalam artian menghasilkan nilai ekonomi. Harapannya, dengan semakin berkembangnya wakaf, semakin banyak masyarakat kecil yang terbantu. “Dengan wakaf yang dikelola semakin profesional dan inovatif, akan semakin banyak masyarakat dhuafa yang terbantu,” tukas Parni.





