22 juta penduduk mengidap penyakit gula

Sekitar 22 juta penduduk Indonesia mengidap penyakt gula (DM) yang jumlahnya diprediksi meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045 jika tidak dilakukan upaya pencegahan yang lebih serius.

PENDERITA penyakit gula (diabetes melitus – DM) di Indonesia mencapai 22 juta orang dan jika tidak dilakukan kerja keras untuk menekannya, diprediksi bakal naik menjadi 28,6 juta orang pada 2045..

Gejala DM yang ditandai tingginya kadar gula darah akibat kurangya produksi insulin menjadi penyakit nomor 3 mematikan dengan angka kematian 40,78 per 100.000 penduduk setelah stroke (131,8 per 100.000) dan penyakit jantung (96,68 per 100.000).

Sedangkan menurut laporan Konsorsium Ilmuwan NCD-RisC dan WHO yang dikutip the Guardian, jumlah penderita DM global mencapai 800 juta orang atau prevalensinya pada orang dewasa naik dari 7 ke 14 persen selama 32 tahun (dari 1990 sampai 2022).  Studi melibatkan 140 juta orang dewasa dari 1.000  studi di berbagai negara.

Lebih dari setengah kasus diabetes global terkonsentrasi di empat negara: India (212 juta), China (148 juta), Amerika Serikat (42 juta), dan Pakistan (36 juta), sedangkan Brazil 25 juta dan Indonesia 22 juta kasus di ranking ke-5 dan 6.

Meski telah dilakukan pengobatan efektif dari layanan yang tersedia, lebih dari 59 persen penderita diabetes di negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak mendapat pengobatan memadai.

Menurut Prof Majid Ezzati dari Imperial College London, kondisi tersebut  menimbulkan risiko komplikasi seumur hidup bagi para penderita, seperti amputasi, penyakit jantung, kerusakan ginjal, hingga kebutaan.

Peningkatan obesitas dan populasi lanjut usia diperkirakan berperan dalam peningkatan kasus diabetes. WHO pun menyerukan tindakan global untuk mengendalikan epidemi DM.

“Kebijakan yang mendukung diet sehat dan aktivitas fisik serta sistem kesehatan untuk pencegahan, deteksi dini dan perawatan  harus segera diimplementasikan,” ujar Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Pankreas buatan

Sementara anak-anak dan orang dewasa di Inggris yang hidup dengan diabetes tipe 1 akan menerima “pankreas buatan” dalam inisiatif pertama di dunia yang diluncurkan oleh Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS).

Perangkat “terobosan” itu akan bekerja dengan terus memantau glukosa darah seseorang, kemudian secara otomatis menyesuaikan jumlah insulin yang diberikan kepada mereka melalui pompa.

Menurut Diabetes UK, sistem yang disebut Hybrid Closed Loop atau  pankreas buatan dilakuan dengan memonitor gula darah, pompa insulin, sementara perangkat lunak pada ponsel akan terkoneksi.

Dengan alat tersebut  pasien tidak perlu lagi diambil ampe darahnya mellui tes tusuk jari atau  menyuntikkan insulin secara manual .

NHS mengatakan bahwa alat tersebut dapat mencegah serangan hipoglikemia dan hiperglikemia yang mengancam jiwa pemicu terjadiny kejang, koma, atau bahkan kematian pada orang yang hidup dengan diabetes type 1.

Disebut DM type 1jika tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin akibat kerusakan sel pankreas yang mempoduksi insulin oleh sistem kekebalan tubuh.

Saat ini terdapat lebih dari 269.000 orang yang hidup di Inggris dengan kondisi tersebut, sedangkan untuk mengidentifikasi dan mengobatinya, NHS di Inggris mengalokasikan sekitar 10 miliar pound per tahun, atau 10 persen dari seluruh anggarannya.

Layanan NHS lokal akan mulai mengidentifikasi orang-orang yang memenuhi syarat yang hidup dengan diabetes Tipe 1, dan sudah dialokasikan dana sebesar 2,5 juta pound untuk memulai perawatan pasien.

Tingginya angka pengidap DM di Indonesia a.l disebabkan pola hidup tidak sehat seperti kurang gerak, lebih banyak asyik bermain gajet, obesitas karena pola makan yang tidak terkontrol (mengonsumsi panganan koles tinggi), selain polusi udara, tidur berlebihan dan faktor usia.

Tingkatan upaya pencegahan DM agar tidak menjadi salah satu kendala menuju era Indonesia Emas 2045.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here