Signal tawaran damai dari Moskow?

Duel artileri antara pasukan Rusia dan Ukraina. Perang Rusia di Ukraina sudah berjalan 2 tahun 9 bulan sejak 24 Feb. 2022, belum ada pemenangnya. Yang jelas korban terus berjatuhan, sampai kapan?

ENTAH  sekedar “ngecek ombak” atau mungkin juga lelah dan sampai hari ini belum mampu memenangkan perang, Rusia mengindikasikan niat berdamai dan mengakhiri perang di Ukraina.

Dubes Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, Kamis (14/11) mengatakan, Rusia terbuka untuk bernegosiasi guna menghentikan perang dengan Ukraina jika Presiden AS terpilih Donald Trump memulainya.

“Namun setiap pembicaraan harus didasarkan pada fakta-fakta di lapangan, “ ujar Gatilov seperti dilaporkan oleh VOA Indonesia, Jumat (15/11).

Menurut catatan, Trump sebelumnya telah berulang kali mengkritik besarnya bantuan Barat termasuk dari negerinya untuk Ukraina dan berjanji untuk mengakhiri konflik itu secepatnya, meski tanpa menjelaskan bagaimana cara dan langkah yang akan dilakukannya.

Sementara itu, kemenangan Donald Trump dalam Pilpres AS 2024 pada 5 November lalu telah memicu kekhawatiran Ukraina dan sejumlah negara Uni Eropa (UE) tentang seberapa besar komitmen AS  untuk membantu Ukraina ke depannya.

“Trump berjanji untuk menyelesaikan krisis Ukraina dalam semalam. Oke, mari bersikap realistis. Tentu kami sadar hal itu  tidak akan pernah terjadi, namun, jika ia memulai atau mengusulkan sesuatu untuk memulai proses politik, kami menerimanya,” jelas Gatilov.

Gatilov menambahkan, setiap negosiasi harus didasarkan pada apa yang disebutnya sebagai “kenyataan di lapangan” dan menggambarkan Ukraina sebagai pihak yang terpojok dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun itu.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, kerap mengatakan bahwa perdamaian tidak dapat tercapai hingga semua pasukan Rusia ditarik dan seluruh wilayah yang dikuasai Rusia dikembalikan, termasuk Crimea.

Rusia menganeksasi wilayah Krimea pada 2014 dan menambah empat wilayah Ukraina lagi pada 2022 yakni Luhansk, Donetsk Kherson dan  Zaporizhia pada 2022. Semua dilakukan melalui referendum sepihak yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Feb. 2022 dipicu niat sesama negara sempalan Uni Soviet itu yang akan bergabung ke dalam   Pakta Pertahaan Atlantik Utara (NATO) pimpinan AS.

“Rencana kemenangan” yang ia sampaikan bulan lalu itu mencakup kedua syarat tersebut, serta undangan bagi Ukraina untuk bergabung dengan NATO, yang sejak lama ditentang Rusia.

Membahayakan Eropa

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr  Zelenskiy mengingatkan  kepada para pemimpin Eropa di Budapest bahwa menawarkan konsesi kepada Rusia “tidak dapat diterima” bagi Ukraina, mengingat hal itu “berbahaya” bagi seluruh Eropa.”

Gatilov mensinyalir kemenangan Trump membuka peluang baru untuk berdialog dengan AS, tetapi perbaikan relasi yang lebih jauh tampaknya tidak mungkin terjadi.

“Terlepas dari perubahan politik dalam negeri, (Washington) tetap berusaha mengekang Moskwa dan pergantian pemerintah tidak banyak mengubahnya,” katanya seraya menambahkan, yang mungkin terjadi adalah dialog antar kedua negara, sesuatu yang sudah lama tidak dilakukan dalam beberapa tahun terakhir

Sementara di lapangan, saling serang dengan drone, artileri, roket dan rudal, serta serangan udara oleh Rusia terus menambah daftar korban dan kerusakan berbagai sarana dan prasarana umum khususnya di Ukraina.

Perang yang sudah berjalan dua tahun Sembilan bulan tentu saja memperburuk perekonomian Rusia, sedangkan Ukraina terus bergantung pada bantuan, baik ekonomi, politik dan militer dari  Barat terutama AS.

Tidak hanya bertahan dari gempuran darat, udara dan laut dari Rusia yang jauh lebih kuat persenjataan dan lebih banyak pasukannya, Ukraina bahkan mampu mencuri-curi kemenangan, misalnya menerobos belasan km ke wilayah Kursk, Rusia, Agustus lalu.

Selain kerugian yang ditimbulkan akibat perang, pangggung politik dalam negeri, tentu menjadi pilihan sulit baik bagi Ukraina mau pun Rusia.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here