Topan Man-yi Mengancam, Ribuan Penduduk Filipina Dievakuasi

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MANILA – Ratusan ribu penduduk di wilayah pesisir dan area rawan banjir di Filipina telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman sebagai persiapan menghadapi topan super Man-yi.

Topan Man-yi, dengan kecepatan angin maksimum 195 km/jam dan embusan hingga 240 km/jam, dilaporkan mendarat di Catanduanes, kawasan Bicol, Luzon, pada Sabtu (16/11/2024) malam.

Dalam laporan cuaca pukul 20.00 waktu setempat, badan meteorologi Filipina menyebutkan bahwa Man-yi masih menjadi ancaman besar dengan potensi kerusakan parah dan risiko kehilangan nyawa di timur laut Bicol. Diperkirakan, topan ini akan bergerak menuju Laut China Selatan pada Minggu malam (17/11/2024) atau Senin pagi (18/11/2024).

Peringatan juga dikeluarkan terkait kemungkinan gelombang badai yang mengancam keselamatan, dengan ketinggian gelombang diperkirakan melebihi 3 meter dalam 48 jam ke depan. Daerah yang paling berisiko meliputi Metro Manila, Luzon tengah, dan kawasan pesisir lainnya.

Man-yi mendekati wilayah yang sebelumnya telah mengalami dampak besar dari lima topan lain sejak akhir Oktober. Cuaca buruk tersebut telah menewaskan lebih dari 160 orang, sementara hampir 30 lainnya masih dinyatakan hilang.

Hujan deras yang menyertai topan-topan sebelumnya telah memaksa jutaan warga mengungsi, merusak lahan pertanian, dan menghancurkan infrastruktur. Akibatnya, banyak provinsi menetapkan status darurat bencana.

Man-yi, atau Pepito menurut sebutan lokal, adalah topan tropis ke-16 yang melanda Filipina sejak Januari. Secara rata-rata, negara ini dihantam sekitar 20 topan setiap tahun, yang seringkali membawa hujan lebat, angin kencang, dan tanah longsor yang mematikan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here