
PENGGUNAAN rudal jarak jauh Amerika Serikat MGM 140 Army Tactical Misile (ATTACMS) di Ukraina untuk serangan terbatas ke sasaran d wilayah Rusia akan meningkatkan daya serang Ukraina terjadap Rusia.
Izin tersebut diberikan oleh Presiden AS Joe Biden, Minggu (17/11) sebagai respons atas keterlibatan pasukan Korea Utara dalam Perang Ukraina di belakang Rusia.
Reuters melaporkan, rudal ATTACMS yang berjangkauan sampai 300 km itu diperoleh Ukraina dari bagian paket bantuan militer AS sebesar 300 juta dollarAS (sekitar Rp4,8 triliun) dan April lalu sudah digunakan untuk menyerang pangkalan udara Rusia di wilayah Ukraina yg dianeksasinya pada 2014.
Dengan terbitnya izin dari AS, Ukraina diperkirakan akan segera ga melancarkkan serangan terbatas jarak jauh dalam beberapa hari medatang ke dalam teritorial Rusia.
Kehadiran rudal tersebut dalam kancah Perang Ukaina yang sudah berjalan hampir tiga tahun sejak invasi Rusie ke negara itu pada 24 Okt. 2022, diperkirakan akan mengubah konstelasi keseimbangan kedua bel;ah pihak yang bertikai.
Preiden Ukraina VoldymyrZelenskyy dalam pidatonya Ahad malm mengatakan dalam pidato nya di Kyiev Ahad malam bahwa rudal-rudal tersebut akan “berbicara sendiri”.
“Saat ini, banyak media yang mengatakan bahwa kami telah mendapat izin untuk mengambil tindakan yang tepat,” katanya. “Tetapi serangan tidak dilakukan dengan kata-kata. Hal seperti itu tidak diumumkan.”
pengerahan tentara Korea Utara untuk menyokong upaya perang Rusia, demikian menurut The Washington Post mengutip dua sumber pejabat AS.
Seorang pejabat senior AS mengatakan, strategi tersebut bertujuan untuk membatasi keterlibatan lebih dalam pasukan Korea Utara dalam serangan Rusia ke Ukraina yang berlangsung sejak Februari 2022.
Sebelumnya, Washington DC menolak sistem rudal ATACMS digunakan Ukraina ditembakkan ke teritori karena khawatir atas kemungkinan balasan dari Kremlin dan peruubahan sikap Presiden Biden menandai pergeseran penting dalam kebijakan AS di tengah meningkatnya kompleksitas konflik Ukraina dua bulan menjelang berakhirnya masa jabatnya.
Isyaratkan pangkas bantuan
Sebaliknya, calon penerus Joe Biden di Gedung Putih, Presiden terpilih Donald Trump mengisyaratkan akan memangkas bantuan militer untuk Ukraina yang berpotensi melemahkan saat menghadapi Rusia.
Trump telah berjanji mengakhiri perang Rusia-Ukraina selekas mungkin, meski hingga saat ini belum diketahui strategi apa yang akan ia tempuh untuk mencapai tujuan itu.
Rusia telah memperingatkan bahwa mereka akan melihat langkah untuk melonggarkan batasan penggunaan senjata AS oleh Ukraina sebagai sebuah eskalasi besar.
Sebalaiknya petinggi Kremlin bereaksi keras ata keputusan AS Tersebut. ” Keputusan Washington untuk membiarkan Ukraina menyerang jauh ke dalam Rusia dengan rudal jarak jauh AS dapat memicu Perang Dunia III dan akan mendapat respons cepat, ” kata Vladimir Dzhabarov, Wakil Ketua I Komite Urusan Internasional majelis tinggi Rusia.
Meskipun beberapa pejabat AS bersikap skeptis, mengijinkan Ukraina melakukan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia akan mengubah arah perang, keputusan itu paling tidak dapat membantu Ukraina pada saat pasukan Rusia berada “di atas angin”dan juga mungkin menempatkan Kyiv dalam posisi tawa-menawar yang lebih baik saat berunding.
Tidak jelas apakah Trump akan membatalkan keputusan Biden ketika ia menjabat. Trump telah lama mengkritik besarnya bantuan keuangan dan militer AS ke Ukraina dan berjanji untuk mengakhiri perang secepatnya, tanpa menjelaskan caranya.
Juru bicara Trump tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun salah satu penasihat kebijakan luar negeri terdekat Trump, Richard Grenell, mengkritik keputusan tersebut. (AFP/Reuters/ns)



