YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana banjir lahar hujan Gunung Merapi selama musim hujan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad menjelaskan curah hujan yang tinggi bisa meningkatkan volume air di puncak Gunung Merapi, sehingga berpotensi memicu banjir lahar hujan apabila bercampur dengan endapan material vulkanik.
“Meningkatnya volume air di puncak Merapi tentu saja akan menjadi potensi terjadinya banjir lahar,” ujar dia.
Karena itu potensi aliran lahar hujan di sejumlah sungai berhulu Gunung Merapi seperti Sungai Gendol, Bedog, Bebeng, serta Boyong, perlu diwaspadai.
Berdasarkan laporan terakhir, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat volume material kubah barat daya Merapi masih mengalami pertumbuhan terukur sebesar 3.177.100 meter kubik, sedangkan untuk kubah tengah masih tetap sebesar 2.361.800 meter kubik.
Untuk mengantisipasi banjir lahar hujan dari puncak Merapi tersebut, menurut Noviar, BPBD DIY memastikan seluruh perangkat Early Warning System (EWS) atau alat peringatan dini otomatis di sejumlah sungai dalam kondisi aktif.
Pihaknya juga telah membentuk dan menyebar Satuan Tugas (Satgas) Siaga Bencana Hidrometeorologi yang siap melakukan penanganan darurat kala terjadi banjir di sejumlah wilayah.





