JAKARTA, KBKNEWS.id – Polisi akhirnya menangkap Ashari bin Karsana, pendiri Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang sebelumnya masuk daftar pencarian.
Ashari sebelumnya kabur setelah tidak memenuhi panggilan penyidik dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santriwati.
Penangkapan dilakukan pada Kamis (7/5/2026) pagi setelah aparat kepolisian melakukan pengejaran terhadap tersangka yang diduga kabur dari wilayah Pati. Polda Jawa Tengah sebelumnya telah mengerahkan tim Jatanras untuk membantu proses pencarian.
“Betul sudah ditangkap tadi pagi,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto, dilansir republika.co.id.
Meski demikian, polisi belum mengungkap lokasi penangkapan Ashari. Polresta Pati menyatakan akan menyampaikan detail lengkap kasus tersebut melalui konferensi pers setelah tersangka tiba di kantor polisi.
Sebelumnya, Wakasatreskrim Polresta Pati AKP Iswantoro mengatakan Ashari dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada Senin lalu, namun tidak hadir tanpa memberikan keterangan kepada penyidik.
Pemeriksaan kemudian dijadwalkan ulang pada Kamis (7/5/2026). Polisi bahkan telah menyiapkan langkah penjemputan paksa apabila tersangka kembali mangkir.
“Pelaku saat ini tidak kooperatif, tidak memberikan informasi apa pun kepada pendamping hukum maupun penyidik,” ujar Iswantoro, Rabu (6/5/2026).
Polisi menduga tersangka sudah meninggalkan wilayah Pati saat proses pencarian berlangsung. Aparat juga telah meminta keterangan dari pihak keluarga, tetapi mereka mengaku tidak mengetahui keberadaan Ashari.
Kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes Ndholo Kusumo menjadi perhatian publik dan memicu desakan agar penanganan kasus dilakukan secara tegas serta mendorong pengawasan lebih ketat di lingkungan pesantren.





