Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Kabupaten di Aceh Berpotensi Dilanda Banjir

BPBD Aceh Timur menurunkan perahu karet mengevakuasi warga terdampak banjir di Aceh Timur, Minggu (6/11/2022). (Foto: ANTARA/HO/BPBD Aceh Timur)

ACEH – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut beberapa kabupaten di Aceh masuk dalam kategori berpotensi tinggi dilanda banjir mengingat wilayah provinsi ini sudah memasuki puncak musim penghujan.

“Saat ini ada posisi potensi banjir tinggi seperti di Pidie Jaya, Aceh Jaya, kemudian Aceh Singkil, Aceh Selatan. Selebihnya masih (potensi) menengah,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh Nasrol Adil di Aceh Besar, Selasa.

Ia mengatakan wilayah Aceh sejak Oktober lalu sudah mulai memasuki musim penghujan. Pada November ini merupakan puncak musim hujan di Tanah Rencong, terutama untuk wilayah timur dan utara Aceh.

Menurut Nasrol, selama periode 1-15 November lalu curah hujan di wilayah Aceh terpantau hanya sedikit, namun akumulasi curah hujan tinggi tersebut bergeser mulai di atas tanggal 16 hingga 30 November.

“Kita sudah memberi peringatan tanggal 19 (November) untuk waspada dari 21-30 November ini. (Peringatan) disampaikan kepada bapak gubernur, BPBA dan juga stakeholder lainnya,” ujarnya.

Curah hujan tinggi pada periode tersebut memicu terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan lainnya.

Dalam sepekan terakhir, dilaporkan banjir telah melanda sejumlah kabupaten/kota seperti Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Besar, Aceh Selatan dan Aceh Singkil.

Tidak hanya curah hujan tinggi, menurut Nasrol, salah satu penyebab banjir juga karena tutupan hutan di wilayah provinsi paling barat Indonesia itu yang semakin berkurang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here