Menteri PPPA Dampingi Remaja Pelaku Penusukan Keluarga di Jakarta Selatan

Menteri PPPA Arifah Fauzi didampingi Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Rahmat Idnal di Jakarta. (Foto: Polres Jaksel)

JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengunjungi MAS (14), remaja yang diduga melakukan penusukan terhadap ibu kandungnya, RM (69), di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“Kami hadir di Polres ini adalah untuk mengunjungi MAS yang sedang mengalami sesuatu dan hal lainnya serta menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di Jakarta, Minggu (1/12/1024).

Arifah menyatakan bahwa Kementerian PPPA memiliki tanggung jawab memastikan hak-hak anak terpenuhi, termasuk memberikan perlindungan dan pendampingan kepada MAS yang saat ini berada dalam kondisi tidak stabil.

“Jadi, kami memastikan bahwa si MAS ini benar-benar terpenuhi pendampingan dari ahli,” ujarnya.

Selain itu, kementerian berkomitmen mendampingi proses hukum yang sedang dijalani MAS agar berjalan dengan baik, sehingga dapat diketahui apa yang sebenarnya terjadi.

Arifah juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan introspeksi, khususnya dalam membangun pola komunikasi dan pola asuh dalam keluarga, agar kejadian serupa tidak terulang.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Ade Rahmat Idnal, menambahkan bahwa kehadiran Menteri PPPA bertujuan untuk memastikan hak-hak anak, khususnya dalam proses hukum, tetap terjamin.

“Tentunya kami dalam penyidikan ini kami menjunjung tinggi aturan undang-undang yaitu nomor 11 tahun 2012 tentang peradilan anak,” jelas Ade.

Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), kementerian terkait, dan Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) dalam menangani kasus ini.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, insiden penusukan terjadi pada Sabtu dini hari di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus. MAS diduga menusuk ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69), hingga tewas, serta melukai ibunya, AP (40), yang kini dalam kondisi kritis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, petugas keamanan perumahan melihat MAS meninggalkan lokasi kejadian dengan tergesa-gesa.

“Saksi T melihat pelaku. Saat itu, awalnya pelaku terlihat berjalan cepat di taman Blok A Perumahan Bona Indah. Namun, saat dipanggil, pelaku tiba-tiba berlari menuju lampu merah Karang Tengah,” ujar Ade.

Petugas keamanan segera meminta bantuan rekan melalui handy talky (HT) dan berhasil menangkap MAS. Saat itu, tangan dan pakaian pelaku terlihat berlumuran darah. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here