Kondisi Stabil, Gunung Marapi Kini Berstatus Waspada

Penampakan lontaran batu api dari hasil dokumentasi relawan Siaga Marapi Sumatra Barat, Sabtu (13/1/2024). (Foto: BPBD Agam)

PADANG – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa status Gunung Marapi, yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, telah diturunkan dari Level III (Siaga) ke Level II (Waspada).

“Dari hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, terhitung 1 Desember 2024 tingkat aktivitas Gunung Marapi turun dari Level Siaga menjadi Waspada,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid melalui keterangan resmi, Senin (2/12/2024).

Hasil evaluasi hingga 1 Desember 2024 menunjukkan bahwa aktivitas gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut ini bersifat fluktuatif, namun dalam sepekan terakhir cenderung menurun. Aktivitas didominasi oleh hembusan asap dengan ketinggian maksimum 150 meter dari puncak.

Meskipun erupsi terjadi, visualnya sulit diamati karena tertutup kabut. Material letusan diperkirakan jatuh di sekitar area kawah.

Aktivitas gempa letusan yang terdeteksi juga sangat jarang dan menunjukkan tren penurunan. Hal serupa terjadi pada aktivitas gempa hembusan.

Gempa-gempa ini mencerminkan pelepasan energi akibat fluktuasi aktivitas vulkanik, terutama vulkanik dalam yang terkait dengan pasokan magma dari kedalaman.

“Dalam minggu ini gempa vulkanik dalam kembali turun bila dibandingkan dengan satu minggu sebelumnya. Untuk gempa tektonik lokal di sekitar Gunung Marapi masih aktif terjadi yang bisa jadi berkaitan dengan dinamika dari intrusi magma,” jelas dia.

Sehubungan dengan penurunan status ini, Badan Geologi mengeluarkan beberapa rekomendasi. Masyarakat dan pengunjung diminta untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah, yaitu Kawah Verbeek.

Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi diminta untuk waspada terhadap potensi lahar dingin, terutama selama musim hujan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here