
JUBA—Badan pengungsi PBB (UNHCR), Jumat mengecam kekerasan yang terjadi di Sudan Selatan baru-baru ini. Kondisi ini membuat ribuan orang terpaksa berpindah dari daerahnya.
Dalam sebuah pernyataan, UNHCR mengatakan Sudan Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat perpindahan penduduk paling tinggi karena konflik. “Hampir satu dari empat warga Sudan Selatan terlantar di perbatasan atau di negara-negara tetangga. (Konflik) di sana berdampak pada 2,6 juta orang pada tahun 2013. Sebagian besar adalah anak-anak,” demikian pernyataan UNHCR seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (9/7/2016).
Meski perang saudara telah berakhir pada April lalu dengan pembentukan pemerintahan persatuan nasional, konflik dan instabilitas keamanan masih terjadi di Sudan Selatan. Bahkan, konflik juga menyebar ke sejumlah daerah yang sebelumnya relatif aman seperti Equatoria dan Greater Bahr-El-Ghazal.
Pernyataan UNHCR ini dikeluarkan menyusul bentrokan yang terjadi di Wau, Sudan Selatan pada pekan lalu. Bentrokan ini menewaskan lebih dari 40 orang. Sementara itu 35.000 melarikan diri dari rumah mereka.




