Bencana Hidrometeorologi di Cianjur: 3.098 Rumah Rusak, 4.061 Jiwa Mengungsi

Bencana tanah bergerak di Desa Sukaraja, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (2/12/2024). (Foto: BNPB)

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melaporkan peningkatan jumlah rumah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Cianjur Selatan menjadi 3.098 unit. Situasi ini menyebabkan 1.309 kepala keluarga, atau sekitar 4.061 jiwa, harus mengungsi.

Kepala BPBD Cianjur, Asep Kusmana Wijaya, menyatakan bahwa jumlah pengungsi yang tersebar di 14 kecamatan terdampak terus bertambah akibat intensitas hujan yang tinggi dan pergerakan tanah yang meluas.

“Pengungsi tersebar di 14 kecamatan, Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibinong, Cijati, Cikadu, Kadupandak, Leles, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, dan Tanggeung,” katanya.

Menurut Asep, dari total rumah yang rusak, terdapat 701 rumah yang mengalami kerusakan berat, 835 rumah rusak sedang, dan 1.562 rumah rusak ringan.

Proses pendataan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) masih berlangsung, sehingga jumlah rumah rusak diperkirakan akan terus bertambah di kecamatan-kecamatan terdampak.

“Pendataan dilakukan terkait bantuan stimulan dari pusat, nanti akan diverifikasi ulang sebelum diajukan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” katanya.

Selain rumah warga, bencana ini juga merusak sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum, termasuk 358 titik jalan, 67 saluran irigasi, 47 jembatan, 81 tempat ibadah, 5 fasilitas kesehatan, dan 54 fasilitas pendidikan.

“Kami akan terus memperbaiki data dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Cianjur, dengan harapan bantuan segera turun dan masyarakat terdampak dapat kembali ke rumah,” ujarnya.

Dalam upaya tanggap darurat, BPBD telah mendirikan dapur umum di 14 kecamatan terdampak serta gudang logistik di Kecamatan Sukanagara untuk memperlancar distribusi bantuan ke lokasi pengungsian.

Posko kesehatan juga aktif memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi, dengan dukungan dari relawan medis yang turut mengunjungi rumah-rumah pengungsian dan tenda darurat untuk menangani kebutuhan kesehatan warga secara langsung.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here