JAKARTA (KBK)—Isu pelecehan seksual terhadap pengungsi Rohingya di Desa Bolang Adoe, Kuta Makmur Aceh Utara merebak di tengah masyarakat Aceh. Empat pengungsi wanita mengaku diperkosa oleh oknum petugas keamanan.
Menurut cerita yang disampaikan pengungsi, sebanyak enam orang pengungsi mencoba “kabur” dari shelter. Namun, mereka ketahuan petugas security dan dikejar. “Ada orang kampung juga yang ikut mengejar,” ujar B, salah satu relawan pendamping pengungsi Rohingya yang tak ingin disebutkan namanya, Kamis (1/10/2015).
Setelah tertangkap, mereka diperiksa oleh petugas keamanan yang mengejar. “Ketika diperiksa itu mereka diminta buka baju segala, dan terjadilah kekerasan (seksual) itu,” ujarnya menirukan cerita pengungsi yang menjadi korban. Pengungsi itu, kata B menunjukkan bintik darah dan kesakitan saat divisum rumah sakit.
Empat perempuan yang mengaku diperkosa itu berinisial AM, HA, ZU, dan TI. Sementara itu, dua orang lainnya adalah IS dan AB yang mengaku sempat ditelanjangi. Saat ini, keempat pengungsi yang mengaku riperkosa itu telah menjalani visum di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Aceh Utara pada Rabu (30/9) kemarin.
Namun demikian, hingga kini belum dapat diketahui secara pasti siapa pelaku pemerkosaan itu. Apakah benar oknum security seperti yang diceritakan, atau orang dalam. “Ini kan (cerita) versi refugee (pengungsi). Saat ini kasusnya sudah ditangani polisi,” ujar B.




