
SAMBAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sambas, Kalimantan Barat mencatat sebanyak 27 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Sambas terdampak bencana banjir dan longsor.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita menjelaskan untuk bencana banjir saat ini terparah di Kecamatan Paloh dan Galing dengan ketinggian air hingga 100 cm di jalan. “Kemudian ketinggian air yang masuk ke rumah warga hingga 40 cm,” katanya.
Ia menyampaikan untuk bencana banjir terbaru mulai 18 dan 19 Januari 2025 terjadi di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Galing dengan dampak pada 1.615 rumah terendam atau 3.015 kepala keluarga (KK).
Kemudian Kecamatan Tanggaran ada 281 rumah terdampak dengan ketinggian air 40 cm hingga 80 cm. Kecamatan Jawai Selatan 106 dengan ketinggian air 40 cm sampai 80 cm. Untuk Kecamatan di Paloh dan Sajingan dampak banjir masih didata.
“Sedangkan banjir di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Teluk keramat , Kecamatan Selakau Timur, Kecamatan Sejangkung terjadi dari November, sempat surut kemudian ketinggian air naik lagi, ” kata dia menjelaskan. Sehingga sedikitnya ada delapan kecamatan yang terdampak banjir.
Dia menambahkan, bencana longsor juga terjadi pada 19 Januari 2025 sekitar jam 9.00 WIB menimpa jalan raya yang menghubungkan dua kecamatan perbatasan, yaitu di pertengahan Desa Sebubus, Kecamatan Paloh dan Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar. Untuk sementara jalan belum bisa dilalui karena retak dan material tanah menutupi jalan.
Dengan persoalan yang ada Pemerintah Kabupaten Sambas menaikkan status bencana dari status siaga menjadi status tanggap darurat bencana yang diperpanjang masanya dari 13 hingga 27 Januari 2025.




