BANDUNG – Pendidikan merupakan salah satu cara untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Namun, tidak semua orang bisa dengan mudah mendapat akses pendidikan yang layak.
Cerita dari Melly Puspita, mahasiswi Program Studi Teknik Metalurgi ITB bisa menjadi inspirasi. Sebagai anak dari penjual bubur di Bandung, Melly berhasil meraih cumlaude dan lulus sarjana hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Tentu banyak perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan Melly untuk meraih cita-citanya. Dia mulai berkuliah pada 2020 dengan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan lulus pada Februari 2024.
Lahir dari keluarga yang sederhana, bisa berkuliah di ITB merupakan imipian terbesarnya. Anak kedua dari dua bersaudar ini sangat terbantu dengan adanya KIP Kuliah.
“KIP Kuliah sangat berkontribusi dalam perkuliahan saya,” kata Melly, seperti dilansir dari situs Puslapdik Kemdikbud, Rabu (22/1/2025).
Uniknya, Melly memperoleh informasi mengenai KIP Kuliah bukan dari sekolah atau guru. Dia mendapatkan informasi tersebut dari Instagram.
Kondisi ekonomi keluarga Melly mengalami kesulitan akibat pandemi Covid-19. Usaha bubur milih keluarganya tidak bisa berkembang karena saat itu lockdown. Ayah Melly tak melanjutkan jualan bubur ayamnya, tapi kerja serabutan sebagai tukang cat rumah. Sementara ibu Melly, sudah meninggal.
“Seandainya tidak ada bantuan KIP Kuliah, saya tidak tahu, mungkin akan sulit sekali untuk bisa berkuliah karena ekonomi keluarga sangat tidak mendukung,” jelas Melly.
Sejak sekolah dasar, Melly merupakan siswa yang berprestasi, baik akademik maupun non akademik. Selama di SD dan SMP, Melly selalu menduduki peringkat 3 besar di sekolahnya serta sering mengikuti lomba bercerita bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.
Memasuki masa SMA di SMAK BPK Penabur Bandung, Melly sempat mengikuti olimpiade sains matematika dan kimia tingkat kota Bandung.
“Orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk selalu berusaha untuk apa yang saya inginkan dan jangan pernah takut untuk bermimpi. Mereka selalu berpesan agar saya dapat mengejar pendidikan setinggi mungkin dan mereka selalu mendukung dan membantu saya apabila hal tersebut mengenai pendidikan,” kata Melly.
Usai kuliah, Melly punya harapan untuk lanjut S2, namun sebelumnya, Melly akan mencoba berkarir dulu di industri pengolahan logam atau pertambangan selama 2-3 tahun.




