Bergelut dengan kekeringan

Bogor – Akses terhadap air bersih nampaknya masih menjadi sesuatu hal yang “mewah” bagi masyarakat Desa Wargajaya, Kecamatan Cigudeg, Bogor. Bagaimana tidak, setiap hari warga harus rela berjalan kaki untuk mendapatkan air dari tandon besar, penampungan air dari Situ Cigudeg. Tandon yang merupakan inisatif masyarakat dalam melakukan pipanisasi sejauh hampir 5 km dari Situ Cigudeg, swadaya masyarakat tanpa adanya campur tangan pemerintah dan aparat setempat. Bagi yang memiliki kelebihan rezeki, mereka biasa membeli air bersih dengan kisaran harga antara 300-400 ribu rupiah per/tangki.

Di desa ini jamak kita jumpai aktivitas mencuci dan bahkan anak-anak yang mandi di sungai, walaupun sekilas sungainya tidak terlihat cukup bersih namun setidaknya air dari sungai tersebut masih dapat dipergunakan.

Menurut penuturan salah satu warga, kondisi kering ini terjadi dalam kurun beberapa tahun terakhir. Sekitar 20 tahun yang lalu saat ia kecil, di daerah ini tidak mengalami kesulitan air, bahkan dengan mengebor sumur hingga kedalaman 10 meter pun sudah cukup untuk dapat mengeluarkan air.

Hal ini berubah ketika vegetasi di sekitar desa mereka yang tadinya kebanyakan hutan bambu kemudian berubah menjadi perkebunan sawit, hingga kini jika ingin melakukan pengeboran untuk sumur diperlukan biaya yang tidak sedikit karena kedalaman yang diperlukan pun harus lebih dari 30 meter.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here