Suasana penuh kehangatan menyelimuti kawasan Cibis Park, Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026). Dompet Dhuafa secara resmi melepas keberangkatan 750 pemudik dalam program bertajuk “Mudik Kalcer”. Program ini menjadi oase bagi masyarakat yang merindukan momen silaturahmi di kampung halaman, sekaligus bukti nyata komitmen lembaga filantropi tersebut dalam melayani umat secara humanis dan kreatif.

Ada yang unik dalam pemberangkatan tahun ini, sesuai dengan tajuk “Mudik Kalcer” atau budaya yang diusung. Alunan musik tradisional Tanjidor yang meriah mengiringi langkah para pemudik menuju bus masing-masing. Kehadiran kesenian khas Betawi ini memberikan nuansa pesta rakyat yang kental, mengubah suasana terminal pemberangkatan yang biasanya tegang menjadi penuh keceriaan dan kebanggaan akan identitas budaya.

Acara pelepasan ini diwarnai dengan momen simbolis yang sangat penting bagi keberlangsungan program. Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, hadir secara langsung untuk memimpin jalannya acara. Dia menerima bantuan simbolis dari d’BestO, mitra yang konsisten mendukung aksi sosial ini. Sinergi antara lembaga zakat dan sektor korporasi ini membuktikan bahwa semangat berbagi adalah mesin utama dalam menggerakkan kebaikan bagi sesama.

Pelepasan 750 pemudik ini hanyalah awal dari rangkaian panjang kepedulian Dompet Dhuafa sepanjang musim lebaran tahun 2026. Dengan semangat kebersamaan, program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang di masa depan. Mudik Kalcer tidak hanya mengantarkan orang ke kampung halaman, tetapi juga mengantarkan harapan dan kebahagiaan yang akan terus bersemi dalam memori setiap peserta yang terlibat.





