JAKARTA – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, memastikan bahwa enam warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa dalam kecelakaan bus jemaah umrah di jalur Madinah-Makkah, Kamis (20/3/2025), akan dimakamkan di Arab Saudi.
Konsul Jenderal Yusron Ambary menyampaikan bahwa saat ini sudah ada lima jenazah yang mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga untuk dimakamkan di sana.
Kemudian, keluarga korban keenam juga memutuskan agar jenazah istrinya dimakamkan di Arab Saudi, sehingga kini dipastikan seluruh korban akan dikebumikan di negara tersebut. Untuk itu, KJRI Jeddah akan meminta persetujuan tertulis dari keluarga guna melanjutkan proses pemakaman.
Yusron juga menjelaskan bahwa seluruh jenazah telah dipindahkan ke rumah sakit dengan fasilitas forensik yang lebih memadai. Proses forensik akan dilakukan sebelum pemakaman, dan otoritas Saudi telah berkomitmen membantu mempercepat prosedur tersebut.
“Pada umumnya, diperlukan tujuh hari untuk proses forensik, identifikasi, dan lain sebagainya, mari kita berharap supaya lebih cepat sehingga Insyaallah, jenazah bisa segera kita makamkan,” kata Yusron dilansir dari Antara.
Kecelakaan ini terjadi di Wadi Qudaid, sekitar 150 km di utara Jeddah, dan mengakibatkan enam jamaah umrah asal Indonesia meninggal dunia. Berdasarkan penyelidikan terbaru yang diterima KJRI, bus yang membawa rombongan keluar jalur dan terbakar setelah bertabrakan dengan mobil dari arah berlawanan.
Selain korban jiwa, terdapat 14 jamaah yang selamat. Dari jumlah tersebut, tiga orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit berbeda akibat luka serius, termasuk luka bakar dan patah tulang.
Sementara itu, 11 korban lainnya telah melanjutkan ibadah umrah ke Makkah setelah menyelesaikan agenda di Madinah sebelum kecelakaan terjadi.
KJRI Jeddah terus berkoordinasi dengan pihak penyelenggara perjalanan umrah serta muassasah setempat untuk memantau kondisi para jamaah yang masih melanjutkan ibadah mereka.




