JERMAN – Menurut Kanselir Jerman, Angela Merkel, keinginan Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa akan gagal jika Presiden Erdogan memberlakukan kembali hukuman mati.
Hal tersebut diungkapkan untuk menanggapi isyarat yang dikeluarkan pemerintah di Turki bahwa hukuman mati mungkin akan diberlakukan untuk mereka yang terbukti terlibat dalam upaya kudeta pada Jumat pekan lalu.
“Jerman dan para anggota Uni Eropa sudah punya sikap yang tegas. Kami menolak hukuman mati dan negara yang menerapkan hukuman tersebut tak bisa menjadi anggota Uni Eropa,” kata juru bicara Kanselir Merkel, Steffen Seibert, Senin (18/7/2016), dikutip dari BBC.
Sejumlah pemimpin Eropa dan pemerintah Amerika Serikat juga mendesak Turki mengambil langkah yang sesuai supremasi hukun untuk menyelesaikan upaya kudeta Jumat pekan lalu.
“Patut dipertanyakan, sehari setelah kudeta, 2.500 hakim diskors. Semua orang memahami Turki dan Turki harus mengambil tindakan, tapi asas supremasi hukum harus dipatuhi,” kata Seibert.
Diberitakan sebelumnya, dalam wawancara dengan CNN, Presiden Erdogan mengatakan hukuman mati akan diterapkan kembali jika mendapat dukungan parlemen. Ribuan orang ditahan atau diskors dengan dugaan terlibat kudeta tersebut.





