Puluhan Anak Kopassus Jadi Korban Vaksin Palsu

Anak anggota Kopassus melakukan vaksin ulang di kantor kesehatan Kopassus, Senin (18/7/2016)/ Liputan6.com

JAKARTA – 30 anak anggota Kopassus menjadi korban vaksin palsu dan beberapa sudah dilakukan imunisasi ulang.

“Ada beberapa anak anggota Kopassus yang kebetulan melaksanakan vaksin di sekitar Cijantung,” kata Danjen Kopassus Mayjen TNI M Herindra.

Ia juga mengaku bahwa anak-anak dari anggota Kopassus bisa juga terkena imbas karena menurut mereka rumah sakit yang mereka jadikan tempat memvaksin cukup bagus, “Intinya begini ya, mungkin anggota tidak tahu, karena di situ rumah sakit cukup bagus waktu itu,” ujarnya.

Untuk itu, vaksin ulang gratis dilakukan di markas Kopassus, atas perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dengan menggandeng Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

“Kami vaksin ulang, anak anggota kami ada sekitar 30 orang, dari TNI memberikan semacam perhatian. Akan diberikan secara gratis,” kata Herindra.

Ia pun meminta agar anggota korps baret merah untuk tidak risau karena pihaknya akan terus memantau perkembangan putra-putri mereka yang diberi vaksin ulang. “Ini antisipasi saja, kami aksi saja. RSPAD ada vaksin lebih, kepada putra Kopassus tidak usah galau,” tuturnya.

Pihak RSPAD juga menyediakan dokter anak untuk menjawab keraguan dan pertanyaan para anggota TNI yang diduga menjadi korban vaksin palsu. Sementara itu, Wakil Kepala RSPAD Kolonel Ckm dr Bambang Dwi Hasto SpB mengatakan, pihaknya siap membantu para prajurit Kopassus untuk melakukan vaksinasi ulang.

“Untuk vaksin ulang tak berdampak apa-apa, efeknya akan berikan kekebalan. Kami bawa tim medis, seperti dokter anak dan tenaga ahli lainnya,” ujarnya.Bambang mengatakan, vaksin yang disiapkan oleh RSPAD terjamin keasliannya. Pihaknya akan memberikan beberapa imunisasi seperti DPT, polio dan campak.

Salah seorang prajurit Kopassus yang anaknya diduga jadi korban vaksin palsu, Kapten Rajif Khan merasa tenang karena anaknya mendapatkan vaksinasi ulang. “Ya senang sekali, merasa terbantu. Semoga ke depannya kejadian seperti ini tak terulang,” ungkapnya, seperti dikutip dari Tribunnews.

Advertisement