Ziarah Kubur dalam Islam: Doa Singkat dan Adab yang Dianjurkan Sesuai Sunah

Makam Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng, Jombang. Ribuan orang menziarahinya setiap hari.

JAKARTA – Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang biasa dilakukan umat Islam sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi orang tua atau kerabat yang telah meninggal dunia.

Dalam kegiatan ini, membaca doa-doa pendek yang mudah diingat menjadi salah satu cara terbaik untuk menghadiahkan pahala kepada mereka yang telah berpulang.

Ziarah ke makam orang tua juga menunjukkan kasih sayang serta penghormatan anak kepada orang tuanya yang sudah wafat.

Awalnya, Nabi Muhammad SAW melarang umat Islam untuk berziarah ke makam. Namun, seiring waktu, larangan itu dicabut dan beliau menganjurkannya karena ziarah dapat menjadi pengingat akan kematian. Hukum ziarah pun berubah menjadi sunah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Hakim, Rasulullah SAW bersabda:

“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR Hakim)

Ziarah kubur memiliki kedudukan penting, terlebih saat mendatangi makam orang tua. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun pernah mengunjungi makam ibunya. Aktivitas ini dapat mengingatkan setiap muslim akan kematian yang pasti akan datang.

Doa Singkat Ziarah Kubur Orang Tua

Beberapa doa singkat bisa dibaca saat mengunjungi makam orang tua. Salah satunya sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

“Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasi.

Wabdilhu daaran khairan mìn daarihi wa zaujan khairan mìn zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fì qabrihi wa nawwir lahu fìhi.”

Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

Setelah itu, dapat melafalkan doa kedua orang tua, sebagai berikut:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

“Rabbighfir li, wa li walidayya, warham huma kama rabbayani shaghira.”

Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunah

Agar ziarah menjadi lebih bermakna, ada beberapa adab yang dianjurkan:

1. Niat tulus untuk berdoa dan mengingat kematian, bukan untuk meminta pada ahli kubur.

2. Mengucapkan salam kepada para penghuni makam. Ucapkan salam kepada seluruh ahli kubur, yakni:

“Assalamu‘alaikum dara qaumin mu’minîn wa atakum ma tu‘adun ghadan mu’ajjalun, wa inna insya-Allahu bikum lahiqun.”

Artinya: “Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

3. Membaca surah pendek, seperti Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlas, Ayat Kursi, dan awal surah Al-Baqarah.

4. Membaca doa ziarah kubur seperti yang telah disebutkan.

5. Menghadap kiblat.

6. Memperbanyak zikir, selawat, dan tahlil.

Dengan memahami dan mengamalkan ziarah kubur sesuai tuntunan, amalan ini tidak hanya menjadi bentuk bakti kepada orang tua yang telah tiada, tapi juga pengingat akan akhirat bagi diri sendiri.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here