JAKARTA – Salah satu vaksin yang dipalsukan adalah vaksin hepatitis A dan B. Wakil Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), Ari F Syam menjelaskan, efek yang ditimbulkan jika mengkonsumsi jenis vaksin palsu ini.
“Kita tahu dalam evaluasi pasca imunisasi hepatitis B dokter akan melakukan pemeriksaan titer antibodi untuk mengetahui apakah sudah terbentuk antibodi atau belum,” terang praktisi kesehatan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM itu.
Dalam penjelasannya ia mengatakan vaksin yang masih dapat diberikan saat dewasa adalah vaksin virus hepatitis B. Sehingga orang yang melakukan vaksinasi hepatitis B tersebut ingin terbebas dari penyakit virus hepatitis B yang saat ini angkanya masih cukup tinggi di masyarakat kita.
Jika merasa dirinya sudah kebal, tentu pasien tersebut sudah percaya diri dan yakin dirinya aman dan tidak mudah terinfeksi oleh virus hepatitis B.
“Tetapi ternyata tidak, karena sebenarnya tidak ada kekebalan sama sekali dalam tubuhnya terhadap infeksi virus hepatitis B karena menggunakan vaksin palsu. Sehingga apa yang terjadi kemudian mereka bisa saja tertular virus hepatitis B,” terangnya.
Berbeda dengan infeksi virus A yang umumnya berlangsung akut yaitu pasien mengalami demam tinggi mendadak, mata kuning, BAK seperti air teh dan badan lemas. Pasien dengan hepatitis B kronis biasanya tidak mengalami gejala akut.
“Pasien tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat infeksi hepatitis B. Perlahan tapi pasti pasien yang sudah terkena infeksi virus hepatitis mengalami kerusakan pada hatinya sampai terjadi penciutan hati,” bebernya.
Perjalanan dari mulai terinfeksi virus sampai siosis hati bisa berlangsung selama 5 tahun. Kondisi liver yang sudah mengalami sirosis dengan jumlah virus dalam tubuh yang masih tinggi akan menyebabkan sebagian liver akan berubah menjadi ganas dan terjadi kanker hati.
Hakekatnya infeksi virus hepatitis dengan perjalanan waktu dapat menyebabkan kanker hati. Vaksinasi akan menyebabkan seseorang terhindar dari infeksi virus hepatitis B dan terhindar dari kanker hati.
“Akibat menggunakan vaksin palsu, seseorang yang merasa dirinya sudah terlindungi akan mengalami infeksi hepatitis dan yang dapat berakhir pada kanker hati,” terangnya, seperti dikutip dari JPNN.com.
Ia juga mengungkapkan bahwa diperkirakan ada 2,9 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi oleh virus hepatitis. Untuk itu, vaksin Hepatitis A dan B sangat penting dilakukan.





